Upacara Tuk Si Bedug - Sleman, D.I. Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Tuk Si Bedug - Sleman, D.I. Yogyakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasBelum diisi
Pencatat Karya BudayaDrs. Sujarno
NarasumberBelum Diisi
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. SLEMAN
Penginput DataRizki Dian Saputra
Sejarah: TUk Si Bedug merupakan tradisi turun temurun di masyarakat Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Upacara Tuk Si Beduk, berlatar belakang dari cerita rakyat yakni konon berawal dari kisah Sunan Kalijaga yang sedang melakukan perjalanan menyebarkan agama Islam. Beliau berhenti di sebuah pohon besar di Desa Sayegan, karena sudah waktu sholat Jum’at. Pada saat itu Sunan Kalijaga hendak bersuci (berwudu), namun tidak menemukan air sedikitpun. Kemudian Sunan kalijaga menancapkan tongkatnya ke tanah yang tandus itu, seketika air pun keluar. Sumber air itulah kemudian yang dikenal dengan nama Tuk Si Bedug. Sebagai penghormatan masyarakat Sayegan kepada Sunan Kalijaga setiap tahunnya diadakan upacara yang jatuh pada hari Jum’at Pahing bulan Jumadil Akhir (kalender Jawa). Deskripsi: 1.Hari Jum’at Pahing digunakan masyarakat Sayegan untuk menghormati jasa Sunan Kalijaga. 2. Sore hari masyarakat Sayegan mulai berdatangan ke tempat upacara Tuk Si Bedug. 3. Mereka berkumpul di sekitar sendang. 4.Mereka masing-masing membawa nasi beserta lauk pauknya. 5.Setelah berkumpul kemudian upacara kenduri yang dipimpin ulama setempat. 6.Pembacaan doa dipimpin oleh seorang iulama setempat. 7.Setelah selesai pembacaan doa dilanjutkan makan bersama. 8. Dengan acara makan bersama itu maka berakhirlah upacara Tuk Si Bedug.