Upacara Ngombeke Jaran Kepang - Sleman, D.I. Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Ngombeke Jaran Kepang - Sleman, D.I. Yogyakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasBelum diisi
Pencatat Karya BudayaDrs. Sujarno
NarasumberBelum Diisi
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. SLEMAN
Penginput DataRizki Dian Saputra
Sejarah: Upacara Tradisional Ngombeke Jaran kepang dilaterbelakangi oleh cerita tentang kepahlawanan Pangeran Diponegoro dan keberadaan kesenian jathilan pada saat itu. Mereka yang melakukan upacara tersebut adalah pada umumnya yuang bergelut dibidang kesenian Jathilan atau jaran kepang, sehingga dinamakan ngombeke jaran kepang. Adapun tujuan mereka melaksanakan upacara tersebut adalah agar perkumpulan kesenian yang mereka miliki menjadi banyak yang menanggap atau laris dan pemain mempunyai kekuatan yang melebihi orang biasa. Deskripsi: Upacara Ngombeke Jaran Kepang, dilaksanakan di Desa Sumberarum, khususnya di sendang Bobor. Pelaksanaan upacara tersebut tidak ada ketentuan waktu (bulan dan tanggal), tetapi hanya berpatokan (berpegangan) pada ketentuan hari yaitu Selasa Kliwon atau Jum’at Kliwon. Kedua hari tersebut oleh sebagian orang Jawa dianggap hari yang karamat dan bagi perkumpulan jathilan di Yogyakarta dan sekitarnya dianggap hari baik untuk melaksanakan hajat yaitu ngombeke jaran kepang. Oleh karena hanya berpegangan pada hari saja, maka pelaksanaan upacara ngombeke jaran kepang setahun dapat beberaopa kali. Adapun tahapan dalam pelaksanaan upacara tersebut adalah: 1.Sebelumnya harus mendaftar dahulu kepada juru kunci sendang. 2.Setelah mendaftar, juru kunci menentukan waktu pelaksanaan upacara. 3.Pada saat yang telah ditentukan rombongan jathilan datang dengan pakaian lengkap. 4.Rombomgan datang harus berjalan kaki. 5.Kemudian rombongan diterima oleh juru kunci, 6.Setelah diterima juru kunci, pelaksanaan upacara ngombeke jaran kepang pun dimulai. Dalam upacara tersebut ada sejumlah sesaji yang harus diadakan oleh rombongan antara lain: bunga kanthil, bunga kenanga, bunga melati, bunga mawar dan lainnya sebanyak tujuh macam ditambah kemenyan. Rangkaian sesaji tersebut dipandu oleh juru kunci. Prosesimupacara ngombeke jaran kepang dimulai setelah semua peserta dianggap siap dan telah didoakan oleh sang juru kunci. Semua pemain menari sampai ada yang ndadi (trance). Setelah ndadi pemain tersebut masuk ke dalam sendang bersama pawangnya untuk disembuhkan. Para peserta percaya setelah melaksanakan upacara ngombeke jaran kepang akan mendapat tuah yaitu kekebalan dan keberanian saat ndadi.