Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Reog Jaranan - Bojonegoro, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Teater |
| Kondisi Saat Ini | Sudah Berkurang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Kasmidin |
| Pencatat Karya Budaya | Drs. Sukari |
| Narasumber | Sumber lisan dari pelaku Bapak Kasmidin (61 tahun) |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. BOJONEGORO |
| Penginput Data | Juliana Amalia Warman |
Sejarah : Reog jaranan merupakan kesenian Jawa, dan yang menjadi tokohnya pada waktu Bapak Rasid yang sekarang sudah tua usia 70 an tahun. Beliau merupakan seorang yang memiliki jiwa seni. Reog ini merupakan pengembangan kesenian dari ketoprak yang ada sejak tahun 1938.
Kondisi tokoh tersebut yang sudah tidak memungkin meneruskan atau mengembangkan, kesenian dilanjutkan seorang yang bernama Kasmidin, pada tahun 1970 an. Adapun nama grupnya “Cipto Budoyoâ€.
Deskripsi : Jumlah personil reog sebanyak 30 orang, yang terdiri dari penabuh 8-10 orang termasuk sinden, ayon-ayon + gendruwon 9 orang, penthol, kalor, dan lainnya bagian tata dekor, bagian tari yang masih anak-anak 11 orang, bahkan kadang lebih dari 30 personil. Dalam pertunjukkan biasanya ada ceriteranya atau lakon seperti ande-ande lumut. Untuk lakon ini tidak monoton supaya penonton tidak menebak akan jalannya cerita, maka cerita diolah atau dikembangkan supaya penonton tertarik., diselingi campursari.
Kesenian ini tampil biasanya orang menanggap untuk acara nadzar, sunatan, manten yang pakai arak-arakan. Bila main untuk orang punya hajat pada malam hari mulai jam 21.00, selesai jam 03.00, siang hari jam 10.00-15.00 untuk yang ditempat punya hajat (duduk), sedangkan yang arak-arakan menyesuaikan acara yang punya hajat.
Setiap tampil dalam pertunjukkan ada pemain yang dibuat tidak sadar atau kesurupan, karena ini salah satu bentuk atraksi, sehingga ada yang bisa menyadarkan kembali (seorang pawang). Reog jaranan ini bila tampil sudah dikombinasikan jathilan, panaragan, dan campursari.
Bila tampil sebelum pertunjukkan juga ada sesaji yang harus disiapkan seperti cok bakal (bupu cilik, telor, jambe suruh, kembang, serit, jajan pasar) sego golong, ayam panggang. Sesaji ini untuk cok bakal demi keselamatan berlangsunya pertunjukkan.