Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Pegon Ketupat/Hari Raya Ketupat - Jember, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Adat Istidat Masyarakat |
| Karya Budaya Sub | Upacara Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Terancam Punah |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Suto Wijoyo |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum. |
| Narasumber | http://www.indosiar.com/ragam/tradisi-pegon-ketupat-peringatan-lebaran-ke-7_82312.html |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. JEMBER |
| Penginput Data | Puja Setianto |
Sejarah:
Upacara "Hari Raya Ketupat" diadakan setiap tanggal 7 Syawal. Dalam upacara ini masyarakat nelayan setempat melemparkan sesaji ke laut. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa terimakasih kepada Tuhan yang telah memberikan lautan sebagai ladang rizki masyarakat.
Tradisi lebaran ketupat telah berlangsung ratusan tahun yang lalu awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga salah seorang anggota walisongo dengan mengadakan bakda lebaran atau saling memaafkan dan setelah lebaran membuat ketupat kemudian dibagikan pada sanak saudara.Lebaran ketupat hingga kini masih tetap berlangsung di beberapa daerah di Indonesia, dan salah stu daerah yang melestarikan tradisi tersebut adalah warga Sumber Rejo, Kecamatan Ambulu, Jember. Di masyarakat tradisi tersebut dinamakan juga Pegon Ketupat.
Upacara ini oleh masyarakat setempat disebut juga dengan upacara Pegon (kendaraan tradisional yang ditarik oleh sapi). Alat angkut tersebut dahulu merupakan alat angkut utama yang tumbuh di masyarakat sebelum digantikan oleh kendaraan bermotor. Pegon yang dipakai untuk pawai dihias dengan ketupat, janur kuning dan pernak-pernik lainnya. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat Sumber Rejo sejakpuluhan tahun tahun silam dan menjadi sebuah tradisi. Selain ucap syukur maka kegiatan ini juga dipakai untuk ajang melestarikan pegon yang menjadi alat angkut/transportasi tradisional.
Diskripsi:
Tradisi pegon ini merupakan salah satu tradisi warga yang tinggal dikawasan pesisir selatan kota Jember (Desa Sumber Rejo, Kecamatan Ambulu), untuk menandai lebaran hari ke 7 atau lebaran ketupat. Ratusan pemilik pegon yang merupakan kendaraan tradisional bertenaga sapi antusias mengikuti tradisi tahunan ini. Sambil membawa serta sanak familinya, mereka tampak begitu menikmati sepanjang perjalanan berkeliling desa dan melintasi kawasan persawahan. Suasana terlihat semarak lantaran alat transportasi murah meriah ini dihias sedemikian rupa dengan dominasi janur kuning khas ornamen lebaran ketupat.
Arak-arakan ini sendiri mengambil start di kawasan Desa Sumber Rejo, Kecamatan Ambulu dan finish menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer dikawasan pantai Walu Ulo. Tradisi ini merupakan adat istiadat warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan digelar sejak belasan tahun silam. Selain merupakan tradisi menandai lebaran ketupat, pawai ini juga untuk melestarikan keberadaan pegon yang belakangan ini semakin terpinggirkan. Setibanya dilokasi finish, arak-arakan pun berhenti. Sambil menanti sapi-sapi beristirahat dan diberi makan, para peserta arak-arakan ini pun juga menyempatkan diri santai sekaligus berwisata.