Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaMokkak Blabar/Mukkak Glabar - Kab. Sampang, Jawa Timur
Sejarah: Tradisi Mukkak Glabar atau Mokka Blabar merupakan tradisi lama yang dilaksanakan secara turun temurun tetapi tradisi itu kini berangsur-angsur mulai luntur. Tradisi Mukka Blabbar merupakan rangkaian dalam upacara tradisi komantanan atau perkawinan adat Sampang. Pada bagian Mukka Blabbar menurut A.G. Wadud (Disbudparpora Sampang) menjadi bagian yang sangat khas pada tradisi komantanan di Sampang. Tradisi Mukkak Glabar yang pernah ada di Madura ini sebenarnya merupakan simbol bagi kedua mempelai, bahwa untuk mengarungi sebuah rumah tangga harus melalui proses yang sangat rumit. Pada hakikatnya berumah tangga merupakan peraduan dua hati untuk membangun masa depan. Apabila tidak mampu menembus berbagai rintangan, maka besar kemungkinan rumah tangga mereka akan mudah goyah. Deskripsi: Tradisi Mukkak Glabar atau Mokkak Blabbar merupakan tradisi masyarakat Madura pada saat melakukan resepsi pernikahan. Dalam tradisi adat ini, penganten pria harus dapat melewati tujuh tirai bendera atau “blabar atau glabar” dan mampu menjawab pertanyaan berbeda-beda dari pasangan calon pengantin perempuan. Tradisi Mukkak Glabar dilakukan sebelum pengantin pria memasuki pekarangan rumah mempelai perempuan. Dalam tradisi adat ini, penganten pria beserta rombongan sebelum memasuki pekarangan dari mempelai wanita, harus berhasil melewati tujuh tirai atau blabar berwarna merah yang dijaga oleh sesepuh dari pihak mempelai perempuan. Dan disanalah ketua rombongan atau sesepuh dari mempelai pria menyobek blabar sambil menjawab pertanyaan dari sesepuh mempelai wanita yang menjaga “blabar” dengan bahasa tembang seperti macapat. Menurut budayawan Achmad Fudoli, tradisi Mukkak Glabar di Madura ini sebenarnya merupakan simbol bagi kedua mempelai, bahwa untuk mengarungi sebuah rumah tangga harus melalui proses yang sangat rumit. Pada hakikatnya, dalam berumah tangga harus dapat memadukan dua hati untuk membangun masa depan. Jika tidak mampu menembus berbagai rintangan, maka besar kemungkinan rumah tangga mereka akan cepat goyah. Di Sampang, ataupun di Madura pada umumnya, tradisi Mukkak Glabar dalam sebuah pernikahan sudah jarang dilakukan, sehingga generasi muda Madura sudah banyak tidak mengetahui tentang tradisi tersebut. Padahal di dalam tradisi itu mengandung nilai filosofis kehidupan yang sangat mendalam. Pada saat prosesi Mukka’ Blabar dilaksanakan mempelai pria saat mau memasuki pekarangan rumah dari mempelai wanita harus membuka tirai (bahasa Maduranya ialah blabar). Setiap membuka blabar pihak dari mempelai pria atau sesepunya menjawab setiap pertanyaan dari pihak mempelai wanita. Hal itu terus dilakukan sampai tirai ketujuh. Apabila pihak laki-laki tidak bisa menjawab pertanyaan, pernikahan berarti gagal. Akhir dalam tradisi Mukkak Glabar atau Mokkak Blabbar atau setelah masuk dalam tirai ke tujuh, mempelai pria akan ditanya mengenai kapur dan sirih, yang berarti suci dan berani untuk membina rumah tangga. Dalam prosesi Mokka’ Blabar, yang merupakan tradisi pernikahan tradisional masyarakat Sampang, juga diiringi dengan musik daerah, yaitu Hadrah.