Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tompokan - Jember, Jawa Timur |
Sejarah:
Tradisi "tompokan" adalah tradisi menyembelih sapi yang dibeli secara patungan oleh warga desa di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Tradisi Tompokan dilakukan untuk menyambut datangnya Lebaran Idul Fitri. Tradisi itu sudah dilakukan oleh masyarakat dari generasi ke generasi, karena warga desa memang tidak mampu membeli daging. Misalnya di suatu desa, ada 40 warga maka ke empat puluh warga atau Kepala Keluarga tersebut akan iuran untuk dapat membeli sapi. Uang iuran itu tidak dibayar secara langsung, tapi diangsur pada setiap ada kegiatan Yasinan (pengajian). Setiap tahunnya, harga sapi sangat mungkin berbeda, sehingga jumlah atau besarnya iuran juga berbeda
Sapi disembelih pada "H-1" Lebaran. Kegiatan menyembelih dan memootong sapi dilakukan secara bergotong royong. Daging sapi tersebut kemudian dibagikan kepada setiap peserta "tompokan". Setiap warga mendapat dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram. Pembagian daging sapi untuk Lebaran itu semula dijatah 2,5 kilogram per orang yang diletakkan di atas daun pisang, lalu daging sisanya dibagi lagi secara merata hingga terkumpul 3 kilogram/orang. Daging sapi itu dimasak untuk hidangan keluarga dan kerabat yang bersilaturrahmi, bahkan ada yang membawanya untuk hantaran saat berkunjung ke sanak keluarga yang jauh.
Deskripsi:
Warga desa di Kabupaten Jember dan sekitarnya menyambut datangnya Lebaran Idul Fitri dengan tradisi "tompokan", yakni tradisi menyembelih sapi yang dibeli secara atau iuran patungan untuk menghormati tamu yang berlebaran. Biasanya, satu tompokan ada 30-50 orang yang setiap orang membayar Rp200 ribu atau Rp100 ribu atau akan berubah sesuai dengan naik turunnya harga sapi.. Hasil pengumpulan uang dari anggota tompokan akan dibelikan seekor sapi, lalu disembelih bersama-sama.
Biasanya, penyembelihan sapi tompokan dilakukan pada 1-2 hari sebelum Lebaran. Daging sapi dibagikan kepada setiap warga yang ikut tompokan. Daging itu dimasak untuk hidangan kepada keluarga dan kerabat yang bersilaturrahmi. Hasil sembelihan pun dibagikan kepada anggota yang setiap orang mendapatkan tiga kilogram daging sapi, lalu mendapatkan tambahan tulang dan uang hasil penjualan kulit sapi.
Pembagian daging sapi untuk Lebaran itu semula dijatah 2,5 kilogram per orang yang diletakkan di atas daun pisang, lalu daging sisanya dibagi lagi secara merata hingga terkumpul tiga kilogram per orang. Tradisi tompokan antara lain dilakukan oleh warga desa Mayang, Jember dan di Grujugan Lor, Bondowoso.