Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Wedhang Rondhe - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Makanan / Minuman Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Pak Antok |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Titi Mumfangati |
| Narasumber | Belum Diisi |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KOTA YOGYAKARTA |
| Penginput Data | Rizki Dian Saputra |
Sejarah:
Wedang Ronde (atau sering disingkat hanya "ronde") merupakan minuman tradisional asli dari Jawa selain jamu dan dawet. "Wedang" dalam Bahasa Jawa berarti "minuman". Sedangkan Ronde adalah adonan khusus yang terdiri dari campuran tepung beras dan gula merah berbentuk bulatan-bulatan dan di bagian dalamnya berisi kacang yang dihancurkan. Untuk membentuk Wedang Ronde, adonan ronde ini dicelupkan ke dalam air jahe yang masih panas. Dua komponen tersebut (air jahe dan ronde) adalah bahan utama pembentuk Wedang Ronde
Deskripsi:
Dua komponen (air jahe dan ronde) adalah bahan utama pembentuk Wedang Ronde. Selain itu, dapat menambahkan bahan lain untuk menambah aroma dan penampilan seperti kolang kaling, irisan roti berbentuk dadu, atau kacang tanah. Air jahe dibuat dengan cara merebus jahe yang dihancurkan, gula merah (atau gula kelapa) dan daun sereh hingga mendidih. Setelah itu, adonan Ronde dicelupkan dalam air jahe tersebut hingga mengapung.
Wedang Ronde biasanya disajikan dalam mangkuk kecil berukuran kurang lebih 250-500 ml. Wedang Ronde sangat cocok dikonsumsi saat cuaca dingin atau musim penghujan. Dengan mengkonsumsi Wedang Ronde, sekujur badan, terutama tenggorokan, dada dan perut terasa sangat hangat. Selain itu, wedang ronde juga sangat begus untuk kesehatan dan meningkatkan stamina.