Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Soto Kadipiro - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
Sejarah:
Soto Kadipiro ini umurnya sudah lebih dari 90 tahun. Soto ini merupakan soto yang melegenda di Jogja. Oleh karena itu, kurang lengkap pergi ke Jogja kalau tidak mampir dan mencicipi kuliner yang satu ini.
Soto Kadipiro dirintis oleh Bapak Widadi Tahir Karto Wijoyo. Pada awalnya beliau berjualan soto dengan cara berkeliling kampung. Barulah pada tahun 1921 berdiri rumah makan Soto Kadipiro. Suasana di dalam rumah makan Soto Kadipiro sangat kental dengan nuansa Jawa. Lukisan yang diletakkan di dinding, sangkar burung perkutut yang sengaja digantungkan di langit-langit serta kalender-kalender yang dipasang di dinding.
Rumah makan yang namanya Soto Kadipiro sekarang tidak hanya satu. Ada Soto Kadipiro, Soto Kadipiro II, Soto Kadipiro Baru, dan Soto Kadipiro Plus yang merupakan satu keturunan. Sejak tahun 1912, Soto Kadipiro yang pertama melesat, dan selanjutnya menelurkan tiga cabang lainnya yang dipegang oleh keturunan langsung sang pendiri, Widadi Tahir Kartowidjojo.
Soto Kadipiro kini telah “pecah” menjadi empat. Yang asli masih menempati bangunan lama di sebelah utara Jalan Wates. Sedangkan “sempalannya” berdiri berderetan di seberang jalannya, yaitu: Soto Kadipiro II, Soto Kadipiro Baru, dan Soto Kadipiro Plus. Ketiganya dioperasikan oleh adik-adik dari Widadi, Dirjo Utomo, anak sekaligus penerus keluarga Kartowijoyo. Soto Kadipiro adalah jenis sate ayam dengan kuah bening yang gurih.
Deskripsi:
Soto Kadipiro sebenarnya cuma soto ayam biasa, tetapi yang menjadikannya luar biasa adalah rasa kuahnya. Kuah soto Kadipiro terbuat dari kaldu ayam kampung sehingga rasanya menjadi gurih. Satu lagi yang khas dari soto Kadipiro adalah walaupun soto ini adalah soto ayam, soto Kadipiro tidak memakai mie sebagai campurannya. Soto Kadipiro berisi suwiran ayam kampung, kecambah atau tauge, kol, dan perkedel kentang, serta taburan daun bawang dan bawang goreng.
Ada beberapa lauk yang bisa dipilih. Lauknya adalah ayam goreng, perkedel kentang, tahu dan tempe bacem, serta berbagai jenis rempeyek dan krupuk. Soto ini khas, termasuk jenis Soto Ayam yang tidak bersantan. Kuahnya agak bening, nikmat, sedap dan mantap dinikmati panas-panas.