Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Sandur: Jidur - Kab. Sampang, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Teater |
| Kondisi Saat Ini | Terancam Punah |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | H. Abdullah Yasin |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum. |
| Narasumber | Sumber Lisan: H. Abdullah Yasin Marzuki http://www.sampang.web.id/ |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. SAMPANG |
| Penginput Data | M. Raga Putra Ammarsada |
Sejarah:
Menurut Tokoh dari Ketapang, H Mathoji, kesenian Sandur ini merupakan peninggalan budaya sejak zaman dulu. Sandur di kenal hampir di semua daerah di Madura. Kesenian ini sangat dikenal di masyarakat. Sandur merupakan hasil budaya masyarakat Madura. Dulu Sandur identik dengan hal-hal yang dilarang agama seperti sabung ayam, minum-minuman keras dan aneka perjudian lainnya.
Sandur merupakan kesenian rakyat dengan iringan musik tradisional khas Madura. Sebagai genre kesenian rakyat sandur dalam pementasannya lebih bebas dibandingkan dengan seni tradisi yang berasal dari istana.
Deskripsi:
Kesenian Sandur atau lainnya adalah Jidur adalah permainan sandiwara seperti tonil atau kesenian topeng Betawi. Kesenian seperti ini di Kalimantan Barat, mungkin yang disebut kesenian Mendu. Kesenian ini merupakan pentas sandiwara zaman dulu.
Penari Sandur tampil dengan diiringi alunan musik tradisional khas Madura. Masyarakat yang hadir biasanya mengikuti atau menirukan kesenian ini. Mereka ikut tampil sembari memberikan sejumlah uang kepada sang penari (nyawer). Para penari tersebut adalah sosok pria yang menggunakan pakaian wanita tetapi mereka juga menampilkan keanggunan.
Kesenian Sandur dahulu dan sekarang berbeda. Pada zaman dahulu, Sandur identik dengan hal-hal yang dilarang agama seperti sabung ayam, minum-minuman keras dan aneka perjudian lainnya. Akan tetapi, Sandur yang sekarang justru sebaliknya. Kesenian ini sekarang merupakan pergelaran seni yang dikemas sederhana dan menarik karena merupakan atraksi budaya yang menghibur, sekaligus merupakan aset daerah yang patut dilestarikan. Melalui pergelaran Seni Sandur ini diharapkan dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat pendukungnya.