Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Kue Kipo - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Makanan / Minuman Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Supardi (Kue Kipo) |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Titi Mumfangati |
| Narasumber | Drs. Moertjipto, dkk., Makanan: Wujud, Variasi, dan Fungsinya serta Cara Penyajiannya pada Orang Jawa Daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek Penelitian, Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KOTA YOGYAKARTA |
| Penginput Data | Rizki Dian Saputra |
Sejarah:
Kipo adalah kuliner tradisional jogja khususnya Kotagede. KIPO diambil dari kata: iki opo, yang berarti INI APA. Makanan ini bentuknya kecil, warnanya hijau, memasaknya dengan cara dipanggang sehingga bagian permukaannya ada gosong, manis, didalamnya berisi kelapa parut yang diberi gula jawa. Makanan ini awalnya hanya bisa ditemukan di di Kotagede tetapi sekarang sudang banyak toko makanan di yogya yang menyediakannya. Tetapi yang paling mudah menemukan kipo memang di Kotagede.
Mbah Bangun Irono yang memperkenalkan kue ketan legendaris ini kepada keluarganya. Kepulangan beliau kepada pencipta pada tahun 1946 membuat Ibu Paijem Djito Suhardjo selaku anak pun melanjutkan resep kue yang diwariskan ibunya. Pada masa inilah kipo mulai dikenal oleh masyarakat umum bahkan menjadi menu favorit di kalangan bangsawan Kraton Mataram dan juga suguhan tamu untuk pemerintan serta resepsi pernikahan. - See more at: http://the-travelist.com/index.php/kipo#sthash.mPsmPZMe.dpuf
Deskripsi:
Kipo terbuat dari adonan tepung ketan (kulit luar) dan isinya bernama enten-enten yang dibuat dari parutan kelapa muda yang dicampur gula jawa. Cara memasaknya dengan dipanggang. Bau khas akan menggugah selera setelah kipo masak. Hasil bakaran ini akan menghasilkan rasa yang manis- gurih. Untuk menarik selera maka kipo diberi warna hijau yang merupakan pewarna alami dari perasan daun suji.
Harga
Rp.1000/wadah (terdiri dari 3 buah kipo).
Pusat Kipo
Makanan ini bisa dicari di daerah Pasar Legi Kotagede atau di kawasan Jalan Mondorakan arah Barat Pasar Kotagede.