Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Sandal Kulit - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Kerajinan Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Agus Prayitno |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Titi Mumfangati |
| Narasumber | http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/03/31/keparakan-kampung-kerajinan-yang-mendunia-352022.html |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KOTA YOGYAKARTA |
| Penginput Data | Rizki Dian Saputra |
Sejarah:
Kampung Keparakan terletak di tepi Sungai Code dengan penduduk mencapai 2500 jiwa masuk dalam wilayah Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. Di Kampung yang beberapa tahun terakhir ini menoreh prestasi hingga tingkat nasional dalam berbagai ajang lomba masih memendam potensi yang mendunia. Produk kerajinan dari bahan kulit telah mampu menembus pasar internasional seperti Jepang, Jerman dan Korea.
Industri kecil skala rumahan marak dan semakin berkembang pesat pada beberapa tahun ini. Terdapat tak kurang dari 30 unit usaha industri kerajinan yang menyerap tenaga kerja sekitar 160 orang. Kerajinan kulit mendominasi jumlah pengrajin yang ada yaitu sebanyak 16 perajin. Kerajinan tas disini ada 6 perajin dan 8 perajin bergerak pada produk konveksi, batik dan asesoris. Industri mikro dan kecil tersebut mendominasi dan berpengaruh besar terhadap perputaran perekonomian wilayah. Pasaran local Yogyakarta dan sekitarnya mencapai sekitar 60%. Jangkauan pasaran nasional seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Timur, Palembang dan Sulawesi mencapai 35%. Dan 5% lainnya berhasil menembus pasar internasional.
Untuk pengembangan Kampung Kerajinan Keparakan Kidul, Pemkot Yogyakarta memfasilitasi dengan berbagai sarana pendukung produksi. Fasilitasi tersebut berdasarkan kebutuhan para pengrajin yang tergabung dalam Koperasi Keparakan mandiri Sejahtera (KOKKMAS). Sarana tersebut berupa alat pres sandal sebanyak 17 unit, mesin potong berbagai jenis produk 17 unit, mesin jahit juki 17 unti, etalase 29 unit, peta lokasi para perajin 1 unit, papan penunjuk arah 20 unit, dan papan nama usaha 29 unit. Selain itu untuk peningkatan SDM juga telah dilakukan pelatihan pengembangan desain, pelatihan manajemen pemasaran, pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan penataan ruang kerja dan pelatihan e-comerce.
Keparakan Kidul  sudah dikenal sebagai pusat industri kulit sejak tahun 1985. Dimulai pada tahun 1980 Pak Suyadi ingin mengembangkan Keparakan Kidul. Ia mencoba untuk berinovasi dan menemukan cara untuk membuat sabuk, sepatu dan tas dari kulit. Dan tak terduga, banyak orang menyukai produk mereka. Sejak saat itu Keparakan Kidul memproduksi lebih dari barang kulit dan terkenal sebagai industri kulit sentral.
Sebelum tahun 2000, kerajinan didominasi kerajinan banyak pasar, terutama di Pasar Beringharjo, Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Para pengrajin mendistribusikan produk mereka ke tempat. Keparakan Kidul kecil Industries Center memiliki ruang pamer banyak, milik pengrajin masing-masing.
Deskripsi:
Sandal kerajinan dari jogjakarta berbahan baku kulit dan vinil atau kombinasi dari keduanya, tersedia juga sandal batik, enceng gondok atau kombinasinya.berbagai model dengan ukuran pria dan wanita, kerajinan tersebut kami produksi sendiri di wilayah kampung kerajinan Keparakan Kidul Yogyakarta.
Bahan: Koten, karet, lem, spon, dan lain-lain
Alat : Gunting pisau palu mesin jahit mesin potong, mesin press.dan lain-lain. Proses pembuatan sandal kulit:
Kulit dirangkap dengan spon lalu digunting menurut pola, atau model dengan menggunakan mesin potong.
Menjahit bagian atas sandal yang sudah dipotong
Kulit yang sudah dijahit dirangkai sesuai model.
Pembuatan pola bagian bawah/alas, pengeleman, penjemuran pelobangan, penyiapan bagiana karet.
Asembling: memasukkan bagian atas sandal (upper) ke bagian bawah sandal (insole) dilanjutkan dengan pemasangan outsole.
Pengepresan dan pemotongan manual.