Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Kuningan Walidi Craft - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Sejarah: Di bidang industri kerajinan logam, Yogyakarta juga dapat dikatakan merupakan salah satu pusat pengembangan industri kerajinan logam yang cukup bersaing di dalam negeri. Berbagai produk kerajinan logam dihasilkan para perajin di kota Yogyakarta mulai dari kerajinan perhiasan perak yang sangat tersohor, yaitu di Kotagede sampai pada kerajinan logam berbasis logam kuningan dan tembaga. Dalam beberapa tahun terakhir ini di Yogyakarta juga berkembang industri kerajinan logam yang memproduksi berbagai produk miniatur sepeda ontel, becak dan dokar. Produk barang seni tersebut hampir selalu menghiasi stand-stand pameran barang kerajinan di ibukota, seperti pada pameran Inacraft yang merupakan pameran produk kerajinan terbesar di dalam negeri dewasa ini dan Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI). Salah satu produsen barang kerajinan logam miniatur sepeda ontel, becak dan dokar dari Yogyakarta adalah Heri Suryono dengan Walidi Craft-nya. Heri Suryono mulai memproduksi miniatur sepeda ontel, becak dan dokar sejak tahun 1996. Latar belakang keluarga yang secara turun temurun menggeluti industri kerajinan cor logam kuningan telah membuat Heri sangat familiar dengan industri kerajinan logam. Selama berpuluh-puluh tahun lamanya Heri mengikuti jejak kakek dan ayahnya dalam memproduksi barang kerajinan cor logam kuningan seperti seterikaan arang, bel dokar, lonceng, klontongan sapi/kerbau/kuda, berbagai peralatan rumah tangga seperti tempat lilin, asbak, tempat makan sirih dan lain-lain. Walaupun kakek dan ayah Heri menggeluti industri kerajinan cor logam kuningan yang sangat berbeda dengan industri kerajinan miniatur sepeda ontel, becak dan dokar yang digeluti Heri dewasa ini, namun pengetahuan dan pengalaman dalam industri cor logam kuningan yang diwariskan orang tuanya menjadi bekal yang sangat berharga bagi Heri dalam mengembangkan produk miniatur sepeda ontel, becak dan dokar. Walaupun fokus perhatian Heri kini tertuju pada kegiatan produksi miniatur sepeda ontel, becak dan dokar, namun Heri tetap tidak melupakan industri kerajinan cor logam kuningan warisan orang tuanya. Kedua jenis usaha kerajinan tersebut tetap dijalani Heri secara bersamaan untuk melayani para pelanggan yang sudah ada selama ini. Deskripsi: Untuk kegiatan produksi berbagai produk kerajinan logam itu, Heri tetap memegang kunci produksi dengan mengembangkan desain-desain produk miniatur dan kerajinan logam lainnya. Sementara itu, di bidang produksi kerajinan logam, Heri mempekerjakan 18 orang karyawan tetap yang terdiri dari enam orang karyawan yang mengerjakan kerajinan kuningan, enam orang karyawan mengerjakan kerajinan miniatur dan enam orang karyawan lagi mengerjakan kegiatan pencetakan dan pengecoran. Heri mengaku selama ini bengkel kerjanya yang mempekerjakan 18 orang karyawan itu tidak pernah sepi dari kegiatan produksi. Walaupun volume produksi biasanya sangat tergantung kepada volume pesanan yang masuk, namun dalam kondisi sepi pesanan pun bengkel kerja Walidi Craft tidak pernah sepi dari kegiatan. Dalam kondisi sepi pesanan biasanya Walidi Craft tetap melakukan produksi untuk membuat stok barang. Kendati demikian, jenis barang yang dibuat stok itu biasanya disesuaikan dengan trend pasar yang sedang terjadi dimana hanya produk-produk yang sedang laku di pasar saja yang diproduksi.