Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Bebek Songkem - Kab. Sampang, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Makanan / Minuman Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Salim |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum. |
| Narasumber | Bapak Salim. |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. SAMPANG |
| Penginput Data | M. Raga Putra Ammarsada |
Sejarah:
Istilah bebek songkem muncul saat pertama kali masakan ini dibuat beberapa puluh tahun yang lalu. Konon masyarakat Kota Sampang yang notabene menjunjung dan menghormati Kyai, selalu membawa oleh-oleh apabila hendak ke rumah sang Kyai untuk songkeman. Maka jadilah masakan bebek yang mereka bawa disebut bebek songkem.
Dalam perkembangannya masakan bebek somgkem yang dimasak dengan menggunakan cara-cara tradisional itu menjadi masakan khas di Sampang. Daerah yang menjadi sentra masakan bebek songkem adalah di daerah Taddan.
Deskripsi:
Kenikmatan daging bebek ternyata tidak hanya bisa dinikmati secara digoreng. Di Sampang Madura ada pengolahan masakan bebek dalam varian lain, yaitu dimasak (dikukus) secara utuh dengan campuran bumbucabai merah dan bawang putih. Karena dimasak dengan dikukus maka, kadar kolesterolnya termasuk rendah. Kenikmatan daging bebek kukus campur bumbu pedas menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat masakan bebek. Masyarakat setempat menyebutnya dengan nama bebek songkem.
Proses pembuatan bebek songkem relatif sederhana. Satu ekor bebek yang sudah dicuci bersih diberi bumbu yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti cabai merah, garam, bawang merah dan bawang putih, dihaluskan dengan cara ulek, kemudian bumbu dioleskan seluruh daging bebek di bagian luar dan dalam. Dalam perkembangannya bebek juga dipotong-potong, sehingga tidak hanya utuh. Bebek dibungkus dengan daun pisang dan diikat agar aromanya menyatu saat dilakukan pengukusan.
Daging bebek yang sudah dibungkus daun pisang, kemudian dimasukkan ke dalam blak yang didalamnya telah diberi potongan pelepah daun pisang. Selanjutnya daging bebek dikukus selama 2 - 3 jam, agar daging dan bumbunya betul-betul meresap secara merata dan daging bebek menjadi empuk.
Bebek songkem ini dijual di warung milik Salim di Jalan Trunojoyo Kota Sampang. Kenikmatan daging bebek songkem ini membuat penggemarnya ketagihan. Apalagi bagi yang senang dengan masakan pedas. Daging bebek ini bila dimakan memang terasa pedas yang pas sehingga menghasilkan sensasi yang tidak terlupakan. Dagingnya terasa agak kenyal, sehingga terasa beda dengan rasa bebek goreng.
Berikut merupakan resep pembuatan bebek songkem.
Bahan:
• 2 ekor bebek (@ 800 g), bagi 4
• 50 ml air perasan jeruk nipis
• Daun pisang untuk membungkus
• Tulang daun pisang untuk mengikat
Bumbu, haluskan:
• 150 g cabai rawit merah
• 20 buah cabai merah keriting
• 15 butir bawang merah
• 9 siung bawang putih
• 1 sdt garam
• 1 sdt gula pasir
Pelengkap:
• Nasi putih
• Lalap sayuran
Cara Membuat:
1. Lumuri bebek dengan cuka dan garam hingga rata.
2. Simpan di lemari es hingga meresap (± 30 menit).
3. Keluarkan bebek dari lemari es. Lumuri dengan bumbu halus hingga rata.
4. Siapkan satu lembar daun pisang. Letakkan potongan bebek di atasnya.
5. Bungkus hingga rapat, ikat menggunakan tulang daun pisang.
6. Ulangi proses yang sama hingga bebek habis.
7. Kukus dalam dandang panas hingga matang (± 3 jam). Angkat.
8. Sajikan disertai pelengkap.