Kerajinan Bunga Kering - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaKerajinan Bunga Kering - Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubSistem Ekonomi Tradisional
Kondisi Saat IniSedang Berkembang
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasYadi Jayadi
Pencatat Karya BudayaDra. Titi Mumfangati
Narasumberhttp://idewirausahakreatif.blogspot.com
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKOTA YOGYAKARTA
Penginput DataRizki Dian Saputra
Sejarah: Saat pertama kali mendengar kata bunga kering yang terbesit di pikiran kebanyakan orang mengarah kepada bunga alami yang dikeringkan. Namun ternyata bunga kering merupakan salah satu kerajinan yang tidak menggunakan bunga alami sebagai bahan bakunya. Bahan-bahan alam seperti daun lontar, klobot jagung, serutan kayu, sawo kecik, dll menjadi pengganti bunga alami untuk diolah menjadi produk kerajinan bunga kering yang cantik. Usaha itulah yang selama ini ditekuni oleh Bapak Yadi Jayadi (46) sebagai produsen kerajinan bunga kering yang pertama kali ada di Yogyakarta.Ditemui di rumahnya Badran Yogyakarta, Jumat (8/3), bapak asli Sukabumi tersebut bertutur jika pada awal mula menggeluti usaha bunga kering berasal dari rasa penasaran. “Pernah suatu saat saya melihat bunga kering di pasar, karena penasaran bunga kering tersebut saya beli dan sesampainya di rumah saya bedah untuk mempelajari bagaimana proses pembuatannya,” kata Pak Yadi yang mengaku memulai usaha tersebut tahun 1990. Sejak itulah, jiwa seni Pak Yadi sebagai seorang pengrajin makin terasah dan mulai rajin memperkenalkan produk bunga kering buatannya ke berbagai event pameran, pasar, instansi pemerintah maupun swasta, dan perusahaan trading. Karena saat itu masyarakat belum familiar dengan produk bunga kering, maka responnya juga belum begitu signifikan. “Perlu perjuangan keras untuk memperkenalkan bunga kering kepada masyarakat, dan kala itu saya jalani dengan optimisme tinggi,” jelas Pak Yadi yang ditemani istrinya sore itu. Dari perjuangan tersebut, lambat laun produk bunga kering mulai bisa diterima masyarakat sebagai sebuah kerajinan yang unik. Beragam pesanan bunga kering deras mengalir ke tangan Pak Yadi yang memproduksi sendiri bunga keringnya dengan dibantu istri dan putranya. Bahkan undangan untuk menjadi trainer produksi bunga kering dari instansi pemerintah maupun swasta juga makin sering diperoleh bapak 2 orang putra tersebut. Deskripsi: Bahan-bahan alam seperti daun lontar, klobot jagung, serutan kayu, sawo kecik, dll menjadi pengganti bunga alami untuk diolah menjadi produk kerajinan bunga kering yang cantik. Bahan dan Alat yang digunakan untuk kerajinan pembuatan Bunga dari kulit jagung : 1.Kulit Jagung 2.Gunting 3.Pewarna / Wantex 4.Lem 5.Kawat 6.Tempayan 5 buah 7.Plastik berwarna  Cara Pembuatannya : 1.Pilih kulit jagung yang sudah dianggap cukup umur, sekitar 3 bulan. 2.Kemudian kulit jagung dilepaskan satu persatu dan dipilih sesuai lembarannya. 3.Lembaran daun pertama hingga daun ketiga dipisah karena lembaran tersebut merupakan kualitas yang terbaik. 4.Kulit jagung yang sudah dipilih selanjutnya direbus dengan pewarna / wantex, perebusan selama 1 jam dan dibolak-balik agar warnanya merata. 5.Kemudian kulit jagung ditiriskan dan dikeringkan, jangan dijemur diterik matahari karena kulit jagung nanti menjadi pecah. 6.Kulit jagung yang sudah kering selanjutnya disetrika dengan suhu sedang. 7.Kemudian kulit jagung dilapis menjadi 2 sebelum dipola, ini agar dalam mempola menjadi kelopak bunga lebih mudah dan tidak mudah robek. 8.Kulit jagung yang sudah dilapis tersebut selanjutnya dipola sesuai dengan bentuk yang diinginkan. 9.Setelah dipola kemudian diserut sesuai lengkungan yang diinginkan. 10.Langkah terakhir merangkai bahan sesuai bentuk bunga. 11.Selesai dirangkai, bunga diberi tangkai berupa kawat yang dibalut floral tape. Bunga dari Kulit Jagung siap dipajang.