Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Wayang Apem - Ngawi, Jawa Timur |
Sejarah : Setelah dicanangkannya Ngawi berbudaya, maka semua potensi-potensi budaya dan seni di Kabupaten Ngawi harus dioptimalkan, sehingga Ngawi yang berbudaya dan mempunyai seni yang tinggi akan muncul dan lebih bergairah, maka salah satunya diciptakanlah sendratari Wayang Apem. Adapun tujuannya adalah untuk mensosialisasikan kepada warga Ngawi yang berdomisili di luar Kabupaten Ngawi agar mengenal sejarah terjadinya Ngawi.
Deskripsi : Dinamakan ‘apem’ selain merupakan akronim dari’Alternatif Pendekatan Masyarakat’, apem dikenal sebagai sebuah makanan kecil yang dibuat dari bahan pokok beras ketan dan tape. Ketan ini bila dimasak dan dipegang akan terasa lengket ditangan (Jawa:pliket) yang memiliki makna rekat. Dua bahan ini dikategorikan mempunyai makna baik dan buruk, namun setelah kedua bahan tersebut diproses dengan pengendapan maka akan menjadi makanan yang enak. Proses pengendapan inilah yang diambil maknanya untuk sebuah karya seni bernama wayang apem.
Penyajian makanan kecil apem ini digunakan untuk dua kepentingan yaitu untuk kehidupan manusia dan untuk sesaji, dalam kaitannya dengan kepercayaan budaya Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa apem berhubungan dengan kehidupan nyata dan tidak nyata.
Wayang apem merupakan hasil dari kristalisasi budaya “woh pangolahing lahir lan batin” masyarakat Ngawi. Beberapa bentuk kesenian khas yang ada dan berkembang di Kabupaten Ngawi diramu menjadi salah satu pertunjukan, dan dalam setiap pertunjukannya akan menampilkan satu judul cerita yang berkaitan dengan sejarah, seni dan budaya Kabupaten Ngawi.