Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Sedhekah Laut Ngentak Poncosari - Kab. Bantul, D.I. Yogyakarta |
Sejarah:
Upacara Adat Sedhekah Laut Ngentak Poncosari diselenggarakan secara turun temurun setiap oleh masyarakat Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Bantul, Yogyakarta. Waktu penyelenggaraan upacara pada hari Minggu pertama bulan Syawal. Tempat penyelenggaraan upacara di Pantai Baru, Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Bantul, Yogyakarta. Tujuan diselenggarakan upacara tersebut adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rakhmat yang telah dilimpahkan berupa melimpahnya hasil tangkapan ikan, di samping itu merupakan bentuk persembahan kepada penguasa laut selatan, Kanjeng Ratui Kidul.
Asal mula diselenggarakan upacara Sedhekah Laut ini adalah menurut cerita yang berkembang di masyarakat Ngentak bahwa tradisi sedhekah laut sudah ada sejak dahulu. Pada waktu dahulu pra leluhur Desa Ngentak bermata pencaharian mencari ikan dengan cara menjaring ered di pinggir laut dan memancing ikan di tengah laut dengan mengguanakan perahu lesung , perahu dibuat dari pohon kelapa . Setiap hari mereka mendapatkan hasil yang cukup banyak sehingga hasilnya mampu unutk menghidupi keluarganya. Dalam pikiran mereka mereka percaya bahwa laut selatan ada yang menjag atau memiliki , karena laut selatan telah memberi rejeki dan penghasilan maka sudah sepantasnyalah mereka berterimakasih kepada penjaga laut selatan yaitu Kanjeng Ratu Kidul. Rasa terimakasih itu diwujudkan dalam bentuk sesaji yang dipersembahkan kepada Kanjeng Ratu Kidul. Pada waktu dulu pemberian sesaji dilakukan setap saat yaitu dengan cara berdo’a dan membakar kemenyan di tepi pantai Pandansimo.
Sejak tahun 1995 nelayan sudah memkai perahu yang terbuat dari fiber dengan mesin tempel. Adanya perubahan kearah yang lebih modern dalam menangkap ikan maka terjadi juga perubahan dalam melakukan pelaksanaan upacara, kalau sebelumnya secara sederhana maka dalam perkembangannya dibuat suatu upacara yang melibatkan seluruh nelayan Busun Ngentak. Sedangkan pemilihan waktu hari Minggu pertama pada bulan Syawal dimaksudkan agar saudara-saudara atau anak cucu yang bertempat tinggaljauh di luar Dusun Ngentak Desa Poncosari masih berlibur sehingga bisa mengikuti acara tersebut.
Deskripsi:
Upacara Adat Sedhekah Laut Ngentak Poncosari diselenggarakan secara turun temurun setiap oleh masyarakat Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Bantul, Yogyakarta. Waktu penyelenggaraan upacara pada hari Minggu pertama bulan Syawal. Tempat penyelenggaraan upacara di Pantai Baru, Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Bantul, Yogyakarta. Tujuan diselenggarakan upacara tersebut adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rakhmat yang telah dilimpahkan berupa melimpahnya hasil tangkapan ikan, di samping itu merupakan bentuk persembahan kepada penguasa laut selatan, Kanjeng Ratui Kidul.
Asal mula diselenggarakan upacara Sedhekah Laut ini adalah menurut cerita yang berkembang di masyarakat Ngentak bahwa tradisi sedhekah laut sudah ada sejak dahulu. Pada waktu dahulu pra leluhur Desa Ngentak bermata pencaharian mencari ikan dengan cara menjaring ered di pinggir laut dan memancing ikan di tengah laut dengan mengguanakan perahu lesung , perahu dibuat dari pohon kelapa . Setiap hari mereka mendapatkan hasil yang cukup banyak sehingga hasilnya mampu unutk menghidupi keluarganya. Dalam pikiran mereka mereka percaya bahwa laut selatan ada yang menjag atau memiliki , karena laut selatan telah memberi rejeki dan penghasilan maka sudah sepantasnyalah mereka berterimakasih kepada penjaga laut selatan yaitu Kanjeng Ratu Kidul. Rasa terimakasih itu diwujudkan dalam bentuk sesaji yang dipersembahkan kepada Kanjeng Ratu Kidul. Pada waktu dulu pemberian sesaji dilakukan setap saat yaitu dengan cara berdo’a dan membakar kemenyan di tepi pantai Pandansimo.
Sejak tahun 1995 nelayan sudah memkai perahu yang terbuat dari fiber dengan mesin tempel. Adanya perubahan kearah yang lebih modern dalam menangkap ikan maka terjadi juga perubahan dalam melakukan pelaksanaan upacara, kalau sebelumnya secara sederhana maka dalam perkembangannya dibuat suatu upacara yang melibatkan seluruh nelayan Busun Ngentak. Sedangkan pemilihan waktu hari Minggu pertama pada bulan Syawal dimaksudkan agar saudara-saudara atau anak cucu yang bertempat tinggaljauh di luar Dusun Ngentak Desa Poncosari masih berlibur sehingga bisa mengikuti acara tersebut.