Nasi Jajan - Pamekasan, Jawa Timur

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaNasi Jajan - Pamekasan, Jawa Timur
Karya BudayaKemahiran Kerajinan Tradisional
Karya Budaya SubMakanan / Minuman Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasMbah Ebu (ibu Hamiyah)
Pencatat Karya BudayaHalifaturrahman, S.Pd, M.Si
Narasumberhttp://mbahebuk.wordpress.com/tag/nasi-jhajhan/ http://disperindag.pamekasankab.go.id/?page_id=134
ProvinsiJawa Timur
Kabupaten/KotaKAB. PAMEKASAN
Penginput DataRizki Dian Saputra
Sejarah: Nasi jhajhan termasuk salah satu hidangan khas Madura yang berasal dari Pamekasan. Menu ini yang satu ini juga banyak dicari orang. Untuk yang sudah biasa mencicipinya pasti dibikin ketagihan untuk terus menikmatinya. Begitu pula bagi di antara kita yang masih awam, bersiaplah untuk dibuat penasaran mengenai bagaimana rasa makanan yang satu ini Deskripsi: Nasi jajan hampir sama dengan nasi campur Jawa. Seperti juga terdapat srundeng (parutan kelapa berbumbu), opor telur (petis Ola), dendeng ragi yang dibuat menarik dengan tekstur krispinya, daging osik-osik (daging yang dibumbu rendang), dan taburan bawang merah goring di atas nasinya. Alasnya pun sejak dulu hingga sekarang berasal dari daun pisang. Memang terasa sederhana, namun yang membuat menu ini patut untuk dicoba adalah sambal khas berbahan petis asin yang selalu menemani menu ini. Petis asin yang diracik dengan bumbu dapur lainnya ini memang sengaja menjadi kekhasan khasanah kuliner di Pamekasan. Mengingat di kabupaten ini juga terdapat sentra penghasil petis, sehingga rasanya pun begitu terasa dengan aroma ikan laut. Selain rasa asin, pada petis ini juga terdapat rasa pedas yang juga dominan di dalamnya. Mengapa disebut nasi jhajhan? Nama ini muncul karena jhajhan berasal dari bahasa Madura yang berarti jajan. Keterkaitannya, menu ini adalah menu yang diperuntukkan untuk orang yang suka jajan. Dalam perkembangannya, menu makanan ini kerap kali dibuat untuk acara-acara hajatan, sepeti perkawinan dan khitanan. Untuk bisa mendapatkan kuliner ini, anda dengan mudah mendapatkan di kota Pamekasan, salah satu diantaranya yang sering diundang seperti saat Reuni Keluarga  lebaran tahun ini, tepatnya di jalan Jokotole depan Bengkel Cokro Bersaudara sebelah barat masjid Cemanis. nik memang kalau kita ingin mendapatkan nasi jhajhan “mbah ebuk” orang sekitar mengatakan, kita harus masuk gang depan bengkel Cokro bersaudara, barat Dealer Toyota LIEK Motor, jalan Jokotole, dengan gang yang berkelok-kelok dan naik lagi serta yang nggak kalah uniknya kita langsung mendapatkan dari dapur “mbah Ebu’ langsung sehingga kita tahu proses memasak dan meracik menu satu ini,  ibu Hamiyah yang meracik kuliner ini, sering mendapatkan pesanan dari kantor dinas sekitar bahkan untuk oleh-oleh bagi yang berkunjung di kota Pamekasan. Dengan menu sederhana cukup menggoyang lidah kita. Anda penasaran?, silahkan datang biasanya kalau pagi rame dengan pengunjung sebagai bekal maupun untuk sekedar sarapan.  selamat menikmati…………… kekhasan ” Nase’ Jhajhan ” terletak pada menu lauknya yang beraneka ragan dan di bungkus daun pisang sehingga aroma dan rasanya tidak berubah walaupun dibawa sebagai bekal perjalanan ke luarkota. Lauk dari ” Nase’ Jhajhan ” terdiri dari daging bumbu yang gurih,  telur kuah petis, dendeng serudeng dan ditambah lagi sambal pedas. Perpaduan rasanya semakin menambah selera yang menikmati.