Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Pencak Silat - Pamekasan, Jawa Timur |
Sejarah:
Berbicara tentang Pencak Silat, maka yang ada di pelupuk mata adalah sebuah pertarungan yangmenegangkan sekaligus mengasyikkan. Ketegangan itu dibangun ketika menyaksikan kecepatanserta keluwesan gerakan yang dipertontonkan oleh para pesilat. Konon, seni bela diri ini asliIndonesia dan telah menyebar merata di seluruh kepulauan nusantara. Bahkan melanglangsampai ke negara tetangga, Malaysia, Thailand dan Cina .
Di Pamekasan ada beberapa perguruan pencak silat yang cukup ternama, di antaranya adalah PAMUR dan Cobra.
Sejarah Singkat Berdirinya Perguruan PAMUR . Berdirinya PAMURdilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang berkembang di masyarakat Madura tahun 1950.Salah satu faktor utama yang mendorong berdirinya PAMUR :
1.(1)Banyaknya aliran pencak silat yang berkembang di masyarakat seperti Bawean, Melayu, Minangkabau, Cimande dan lain-lain. (2) Banyaknya aliran ini disebabkan karena pada umumnya masyarakat Madura mempunyai kegemaran berpetualang ke luar daerah dan selalu belajar aliran pencak silat baru di daerah tujuan dan mengembangkannya pada saat kembali ke daerah masing-masing.(3) Banyaknya aliran pencak silat yang berkembang pada saat itu yang menggakibatkan terjadinya persaingan kurang sehat antar perguruan pencak silat, saling berselisih, dan cenderung adu kuat. (4) Inisiatif para tokoh dan pendekar agar Madura mempunyai ciri khas permainan sendiri, sekaligus untuk mengatasi berbagai perselisihan di antara perguruan pencak silat.
Maka pada tangal 31 Desember 1951 didirikanlah perguruan pencak silat yang dinamakan PAMUR (Pencak Silat Angkatan Muda Rasio) oleh R.HASAN HABUDDIN SS di Pamekasan Madura Jawa Timur. Pak Hasan (demikian beliau biasa disapa) adalah seorang yang mempelajari pencak silat dari 32 aliran sejak usia 7 tahun, dan pada tahun 1941 - 1951 mencoba memadukan dan menciptakan jurus dan tehnik pencak silat yang merupakan cikal bakal jurus dan tehnik pencak silat PAMUR yang berkembang
Sistem pelajaran PAMUR sejak didirikan terdari atas 3 (tiga)fase yaitu :
a. Fase I (tahun 1951-1957)
Pada fase ini pelajaran pencak silat dilakukan di luar kota Pamekasan yang berlangsung selama 7(tujuh) gelombang. Setiap gelombang memakan waktu 6(enam) bulan. Fase ini diikuti oleh 40 orang. Lulusan fase ini merupakan pendekar tua diseluruh pembantu Gubernur wilayah kerja Madura.
b. Fase II (tahun 1958-1970)
Pada fase ini pelajaran pencak silat dilakukan di kota Pamekasan yang berjalan selama 12 gelombang. Seperti pada fase pertama, setiap gelombang dilaksanakan 6 (enam) bulan sekali dengan anggota 40 orang. Pendekar pada fase inilah yang merupakan kader dan guru-guru PAMUR pada fase ke III.
c. Fase ke III (tahun 1970 sampai sekarang)
Pada fase ini PAMUR telah berkembang di seluruh tanah air dan luar negeri dan pelajaran pencak silat telah diatur dalam kurikulum yang dibuat oleh Dewan Tehnik PAMUR. Pelajaran PAMUR juga telah diajarkan di AKABRI Magelang,STO Surabaya, SMA Nusantara Magelang, SGO dan SPG Pamekasan.
Deskripsi:
Seni bela diri Pencak Silat merupakan sebuah prosesi pertarungan yang melibatkan satu orang(tunggal), dua orang (berpasangan) atau lebih dalam sebuah arena. Dalam pertarungan Pencak Silat ini, ada yang menggunakan senjata tajam atau hanya menggunakan tangan kosong. Adapun gerakan yang paling spesifik dari Pencak Silat adalah lompatan-lompatan energik dan luwes,tangkas serta sedikit banyak mengandung unsur seni akrobatik. Disamping itu, gerakan-gerakandalam Pencak Silat mempunyai persamaan dengan seni tari dari segi ketepatan gerak, gerak diudara dan seni pertarungan. Dan didalamnya terdapat tehnik pengendalian diri, baik dari segimental dan fisikal.Disamping menguasai tehnik bertarung yang mengandalkan kecekatan, ketangkasan dankemahiran, para jawara silat biasanya membekali diri dan menguasai ilmu-ilmu pendukunglainnya. Penguasaan ilmu kekebalan tubuh ataupun ilmu tenaga dalam (kanoragan) diyakini akanmampu memberikan support kekuatan mental.Selain digunakan dalam pertarungan, gerakan-gerakan Pencak Silat sering dimodifikasi menjadigerakan dasar tarian dalam genre kesenian. Pengaruh pola gerak Pencak Silat dapat diketemukan pada kesenian Topeng, Ludruk, tari laki-laki dalam
tayub
dan beberapa gaya hadrah. Pada umumnya, pemakaian acuan gerakan Pencak Silat berkenaan dengan pengungkapan tantangan,keberanian, kewiraan, kekuatan serta rasa percaya diri baik dari segi fisikal dan metal.Penyebaran seni Pencak Silat di berbagai daerah di nusantara, ternyata mampu menciptakangerakan-gerakan, gaya serta versi yang berbeda, sesuai dengan lingkungan, situasi dan kondisidaerah. Begitu pula yang terjadi di wilayah Sumenep, seni bela diri Pencak Silat pertama kalimenjadi andalan para putra raja di lingkungan keraton, setelah itu menyebar di kalangan rakyatdan sangat diminati oleh kalangan pemuda. Pada akhirnya jenis seni Pencak Silat menjadi primadona di kalangan rakyat kebanyakan
Perguruan pencak silat Pamur di Pamekasan mengajarkan jurus-jurus:
1.Dua belas jurus tangan
2. Dua belas jurus tongkat
3. Dua belas jurus pedang
4. Dua belas jurus pecut
Pencak silat PAMUR. Ciri-ciri permaian PAMUR:
- Gerakan perminan berada dalam posisi menengah
- Banyak meperkuat kuda-kuda, terutama kuda-kuda pasif
- Mengurangi gerakan khayal
- Mementingkan rasio atau akal pikiran
- Progresif
PEDOMAN PERGURUAN
a. Mendidik manusia ber Pancasila sejati
b. Mendidik manusia bersifat kesatria
c. mendidik manusia patuh pada catur sakti yaitu: Ibu ,Bapak Guru dan Ratu(Pemerintah)