Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Rontek bambu/Tek-tek bambu, Rontek penggugah sahur - Pacitan, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Musik |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | R. Katno, S.Sos, MM |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Sumintarsih, M.Hum. |
| Narasumber | Wawancara dengan Kasi Kesenian Sejarah dan Nilai Tradisi Disparbudpora Kab. Pacitan, R. Katno, S.sos, MM -Atraksi seni musik bambu DIY, Jateng, Jatim di Yogyakarta Sept 2014 -http://www.desajetislor.com/ber |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. PACITAN |
| Penginput Data | Dwi Hastuti, S.Pd. |
Sejarah:
Rontek bambu berawal dari membangunkan orang untuk sahur di bulan Ramadan. Mereka ini sekelompok anak muda yang menggunakan beraneka macam alat dari bambu yang disebut kentongan. Menabuh kentongan ini sudah menjadi tradisi sejak dulu. Kegiatan ini umum dilakukan di perdesaan termasuk di Pacitan. Di Pacitan kegiatan ini dahulu disebut Seni Rontek Gugah Sahur kemudian dikombinasikan dengan instrumen musik tradisional seperti gong, kenong, suling, dan saron. Namun, saat ini sudah lebih berkembang dikombinasikan juga dengan instrumen musik modern seperti saxophone, bassdrum, pianika. Setiap bulan Ramadan, ronda tetek (rontek) masih menjadi tradisi masyarakat di Pacitan, khususnya anak-anak muda. Selepas tengah malam, secara berkelompok mereka keliling kampung. Setiap kelompok jumlahnya bisa mencapai belasan hingga puluhan anak. Alat musik yang digunakan pun ala kadarnya. Mulai kentongan bambu, kendang, bedhug maupun drum bekas. Aktivitas anak-anak muda setiap tengah malam hingga dini hari menjelang sahur itu pun bermacam-macam. Ada yang sekadar menabuh kentongan. Namun, ada juga yang berirama dan dipadukan dengan gamelan reog. Selain terdengar suara rontek yang memecah kesunyian malam, juga terdengar lantunan anak-anak muda. Mulai musik Islami, campursari, pop sampai lagu-lagu mars perjuangan.
Sekarang ini musik Rontek Bambu sudah semakin berkembang dengan modifikasi peralatan musik dan gerakan-gerakan dinamis. Bahkan kostumnya juga menyesuaikan tampilan dan musik rontek bambu sudah menjadi agenda tahunan untuk difestivalkan di Kabupaten Pacitan.
Diskripsi:
Di kota Pacitan, Jawa Timur ada tradisi yang menarik, salah satunya tradisi Seni Rontek Gugah Sahur. Seni rontek merupakan seni khas dari Kab Pacitan, jawa timur. Pada awalnya seni rontek muncul pada bulan ramadhan saja. Tetapi perkembangannya rontek di Pacitan kemudian menjadi sebuah seni yang menarik dan atraktif, yang kemudian diagendakan sebagai ajang lomba. Seni Rontek berasal dari kata Ronda Tetek ( Rontek) yang biasa disebut seni musik rontek. Permainan musik rontek sederhana, dan cara memainkan alat musik ini cukup mudah dan unik. Hampir semua peralatan musik ini terbuat dari bambu dan cara memainkannya dengan memukul-mukul dengan alat dari bambu juga, sehingga menghasilkan alunan musik yang unik dan menarik.
Hampir di setiap kampung yang punya masjid punya rombongan Rontek. Rombongan rontek pada umumnya beranggotakan 5 sampai puluhan orang, dari anak-anak, usia remaja dan dewasa, bahkan ada yang sudah tua. Tetabuhan ini mereka usung beramai-ramai, ada yang menggunakan becak, dokar, ada yang jalan kaki, ada pula yang membawa sound system sebagai pengeras. Komposisi musik yang dibawakan tidaklah rumit, dan tidak pula menimbulkan kegadhuhan. Musik rontek mereka dimainkan sambil berjalan yang menghasilkan suara indah dan serasi.
Oleh pemerintah setempat seni rontek yang ada di setiap kecamatan/desa ini kemudian direvitalisasi dengan mengadakan lomba seni rontek gugah sahur se-Kabupaten Pacitan. Daerah-daerah yang seni ronteknya maju diantaranya adalah Kec. Bandar, Kec. Tegalombo, Kel. Pacitan, Desa Arjowinangun, Desa Bolosingo, Desa Sukoharjo, Desa Widoro, Desa Purworejo, Desa Tanjungsari, Desa Sumberharjo, Desa Menadi, Desa Jetis Lor, Kec. Nawangan.