Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tradisi Sapi Taccek - Pamekasan, Jawa Timur |
Sejarah:
Seni budaya sapi Taccek berada di Kabupaten Pamekasan, yaitu Kecamatan Waru, Kecamatan Pasean dan Kecamatan Batumarmar.Seni budaya ini merupakan kebanggaan Pulau Madura khususnya Kabupaten Pamekasan dan telah menjadi icon Provinsi Jawa Timur pada umumnya yang harus tetap dilestarikan. Selain sebagai sumber budaya, sapi Taccek dan sapi Sonok juga merupakan kesenangan, tabungan dan simbol status bagi masyarakatnya. Para Peternaknya sangat menyayangi ternak sapinya sehingga merawat ternaknya sebaik mungkin, karena bagi mereka memiliki ternak yang bagus dan sehat merupakan suatu kebanggaan tersendiri.
Menurut penuturan H. Zainuddin dan H. Hatib (Sapè Sono’ terlahir dari kebiasaan atau budaya tani masyarakat Madura. Masyarakat Madura yang mayoritas adalah para petani, yang tentu saja menggantungkan hidupnya dari hasil lahan pertanian.Kebiasaan masyarakatnya menggunakan jasa sapi pada saat mengolah tanah pertanian dengan cara membajak. Sapi-sapi yang digunakan dalam proses pengolahan tanah pertanian ini umumnya adalah sapi-sapi betina yang disandingkan satu sama lain (berpasangan) untuk menarik nangghale (alat membajak ladang). Berawal dari kebiasaan ini sapi-sapi betina itu tampak nilai gunanya. Kebiasaan yang lainnya, para petani memandikan atau membersihkan tubuh sapi yang dilakukan setelah selesai membajak. Sapi-sapi dimandikan di kali dekat ladang, digosok sampai tampak bersih kemudian diikatkan pada sepasang kayu atau pohon di sebelah kiri dan kanan sapi. Sapi-sapi tersebut seperti dipajang, dan sipemilik sapi mengamatinya.
Sapè Taccek disini pada intinya sekadar memajang sapi pada sebatang penyangga atau potongan pohon bambu, tanpa perlengkapan atau aksesoris. Kebiasaan ini sebenarnyadilatar-belakangi oleh prosesi pemajangan sapi yang dalam posisi berdiri tegap, keindahan tubuh dan warna kulit yang mengkilap (Ensiklopedi Pamekasan; 2010). Sapè Taccek inilah yang juga menjadi cikal-bakal terbentuknya Kesenian Sapè Sono’. Dari aktivitas atau kebiasaan para petani yang spontanitas itulah kemudian kesenian ini menemukan bentuknya. Maka seiring berjalannya waktu, kesenian ini dikenal dengan Kesenian Sapè Sono’.
Tulisan diatas menyalin dari : Sapè Sono’: Asal-usul Kesenian Madura?http://www.lontarmadura.com/sap-sono-asalusul-kesenian-madura/#ixzz2oeO8maSC
Deskripsi:
Sapi Taccek atau sapi Pajangan adalah sapi Madura yang dipajang dan berdiri tenang dengan kaki depan berada diatas balok kayu. Kriteria kontes sapi Taccek, sama dengan sapi Sonok, yaitu: kelas pedet, kelas dara dan kelas induk dengan batasan umur sama dengan sapi Sonok. Sapi Taccek dilatih mulai dari pedet lepas sapih dengan cara dipajang dihalaman dan diikat pada Taccek. Taccek adalah beberapa kayu yang dipotong panjang ± 2 meter dan ditancapkan dengan jarak ± 1 meter di tengahnya dipasang batu bata atau kayu untuk tempat sepasang kaki depan sapi. Sapi dipajang pagi hari mulai pukul 7:00 – 10:00 WIB dan sore hari mulai pukul 14:00 hingga 16:00 WIB. Latihan terus dilakukan hingga sapi tersebut bisa berdiri dengan tenang dengan kaki depan berada diatas balok kayu. Fungsi taccek yaitu:
1. Tempat memandikan sapi dan mengeringkkannya
2. Tempat menjemur sapi di pagi hari
3. Tempat membersihkan atau memotong kuku, bulu dan tanduk
4. Tempat mengawinkan sapi baik alami maupun inseminasi buatan
5. Tempat pelayanan kesehatan sapi seperti mengobati/ menyuntik
Oleh karena banyak manfaat dari taccek, maka para peternak sapi menyediakan taccek (pajangan) di halaman rumahnya.
Untuk menjadi sapi Taccek harus memenuhi kriteria khusus meliputi tampilan tubuh yang bagus, bulu bagus, halus, warna dominan merah bata dan kuning . Semua sapi sonok merupakan sapi taccek, tapi tidak semua sapi taccek merupakan sapi sonok. Pemilihannya juga dilakukan berdasar seleksi genetis atau berasal dari hasil perkawinan antara indukan sapi sonok dan pejantan pemacek unggulan. Seni budaya sapi Sonok dan sapi Taccek ini mendapat pembinaan dari Dinas Peternakan Kabupaten Pamekasan melalui petugas teknis dan medis/paramedis yang bertugas di wilayah tersebut, dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat baik secara personal maupun kelompok. Pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan meliputi :
1. Pelayanan Kesehatan HewanPelayanan kesehatan hewan meliputi pengobatan hewan dan vaksinasi. Teknologi Inseminasi Buatan. Dalam pemilihan pejantan Pemacek, Balai Inseminasi Buatan Singosari melalui Dinas Peternakan Kabupaten Pamekasan melibatkan masyarakat setempat untuk melakukan seleksi pejantan Pemacek unggulan, Sehingga masyarakat tahu asal usul sapi pemacek yang akan digunakan untuk IB. Karena pada awalnya peternak tidak mau menggunakan program IB karena tidak tahu asal-usul sapi pemacek sehingga tetap menggunakan Kawin Alam yang jelas asal usulnya. Setelah ada keterlibatan masyarakat dalam seleksi pejantan Pemacek, maka saat ini akseptor IB untuk sapi Sonok meningkat menjadi 80% dari total sapi Sonok yang ada.
Paguyuban ini berkembang pesat. Pada tahun 1990-an jumlah paguyuban sapi Taccek berjumlah 15 kelompok. Saat ini jumlah kelompok Sapi Taccek 49 kelompok, meliputi Kecamatan Waru 15 kelompok, Kecamatan Pasean 22 kelompok, dan Kecamatan Batumarmar 12 kelompok.