Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Cething Bambu - Kebumen, Jawa Tengah
Sejarah: Bagi mayoritas warga Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam, Kebumen aktivitas sehari-hari tidak bisa dipisahkan dari dunia pertanian. Namun di sela-sela kesibukan bertani mereka memiliki kesibukan lain yakni menganyam bambu untuk dijadikan kerajinan cething. Keahlian menganyam bambu yang dimiliki warga desa diperbatasan Kebumen dan Banjarnegara itu diperoleh secara turun-temurun. Tidak heran jika anak-anak hingga warga yang sudah usia lanjut cekatan menganyam bambu-bambu itu mejadi sebuah sething berbagai ukuran. Dari hasil kerajinan itulan, mereka mampu bertahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hasil pertanian daerah pegunungan yang tidak bisa diandalkan karena mengandalkan sawah tadah hujan. Setiap tahun mereka dilanda kekeringan. Dengan begitu rata-rata petani hanya bisa panen dua kali. Itu pun tidak maksimal. Itulah sebabnya, selain beternak sapi dan kambing, kerajinan cething dan kambing, kerajinan cething bambu menjadi sandaran yang menopang kebutuhan ekonomi warga. Diskripsi: Bahan baku berupa bambu tali diperoleh dari desa setempat. Untuk membuat satu cething kecil membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dalam sehari rata-rata bisa membuat kurang lebih lima cething. Bahan baku bambu diraut kecil-kecil lalu dianyam sehingga berbentuk cething (tempat nasi). SUMBER: http://www.beritakebumen.info/2012/10/kerajinan-cething-desa-glontor-masih.html#ixzz3KzqP2we8 SUMBER: http://www.beritakebumen.info/2012/10/kerajinan-cething-desa-glontor-masih.html#ixzz3Kzq5KpTM