Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaBordir Kudus Dahlia - Kudus, Jawa Tengah
Sejarah: Kota Kudus dikenal sebagai kota industri rokok karena di kota ini terdapat perusahaan rokok yang terbesar di Indonesia. Di samping indutri rokok kretek Kudus juga terkenal dengan hasil kerajinan bordir icik khas Kudus. Kerajinan bordir Kudus mulai ada sekitar 50an tahun yang lalu. Pada sekitar awal tahun 1970-an kerajinan bordir mengalami perkembangan yang amat pesat. Pada waktu itu bordir Kudus yang terkenal halus menjadi industri rumah tangga dengan pangsa pasar utamanya kelas menengah ke atas. Pada mulanya, bordir icik hanya terdapat di sekitar Menara Kudus. Produksinya dilakukan oleh para gadis pingitan di daerah tersebut. Kemudian masyarakat sekitar ikut serta membuat bordir icik bersama para gadis yang telah dipingit tersebut. Kemudian kerajinan khas Kudus ini menyebar ke pelosok desa. terutama di Kecamatan Gebog, Kudus. Karena sebagian besar yang membantu pembuatan bordir ini berasal dari Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog. Banyaknya perajin usaha bordir di Kudus berperan penting dalam menjaga keberadaan bordir ini hingga dapat dijumpai sampai sekarang. Salah satunya, Wisma Bordir Dahlia miliki Hj. Sa’adah. Dengan berbekal ilmu seadanya, pada tahun 1988 ia mengawali usaha bordir di rumah tempatnya tinggalnya di Desa Karangmalang Kecamatan Gebog. Ibu Sa’adah merasa bahwa perkembangan cukup potensial. Bermula dari jalinan kerja sama dengan penerima jasa pesanan motif bordir asal Bandung, usahanya maju pesat. Usahanya berbuah, sejak 2003 beliau telah memiliki tempat pemasaran berupa Show Room di lokasi strategis, Jl. Sukun Raya, Peganjaran, Bae, Kudus. Usaha yang mulanya hanya mempekerjakan seorang karyawan, kini jumlah pekerjanya sekitar 75 orang. Deskripsi: Bordir Kudus merupakan salah satu kerajinan khas Kudus. Bordir terbuat dari bahan dasar kain dan benang. Bordir termasuk kerajinan ragam hias yang menitikberatkan pada keindahan dan komposisi warna benang yang dituangkan pada kain dengan alat bantu mesin jahit (mesin jahit bordir) atau mesin jahit computer dengan dibantu alat-alat penunjang lain yaitu gunting kain, gunting kertas, solder, jarum pentul, paku jahit, kain furing, kain kasa, pencil, penggaris, kuter, kertas karton, kertas roti, penghapus, jarum bordir, benang bordir, ring (pembidangan ). Tahap-tahap pembuatan bordir khas kudus mulai dari penyediaan bahan dan alat alat untuk membuat bordir, antara lain : 1. Menyiapkan alat alat yang diperlukan untuk membordir. 2. Membuat desain motif bordir 3. Memindahkan/menjiplak desain motif ke kain yang hendak dibordir 4. Memasang kain yang sudah diberi motif pada ring (pembidangan) 5. Memilih, menentukan, memasang benang bordir 6. Memeriksa dan menggerakkan mesin bordir 7. Membuat bordiran dengan berbagai teknik 8. Menyelesaikan pekerjaan akhir yang terdiri dari membersihkan sisa benang, mencuci, menyeterika dan bordir dipacking. Di berbagai tempat di wilayah Kudus dapat ditemui industri bordir sehingga Bordir Kudus menjadi ikon masyarakat Kudus. Salah satu industri bordir yang terkenal di Kudus adalah Dahlia bordir yang dikelola oleh Ibu Sa’adah. Bordir khas Kudus patut dilestarikan. Di kota yang populer dengan kretek, pada saat ini sulit menemukan orang yang berminat pada kerajinan dan pekerjaan ini. Karena untuk membuat bordir dengan mesin jahit, membutuhkan proses lama, butuh kejelian dan keterampilan. Dalam pembuatan satu baju bordir icik, berdasar pengalaman Sa’adah, memerlukan waktu satu minggu sampai 10 hari, tergantung jenis kain dan motifnya.Kain yang biasa dibordir adalah kain sutra, katun dan organdi. Karena membutuhkan kejelian dan ketrampilan itulah maka hanya beberapa orang saja yang benar-benar mau menekuni kerajinan bordir ini. Produksi bordir yang dihasilkan oleh Bordir Dahlia berupa kebaya, jilbab, baju koko, mukena, gamis dan asessoris yang lain, misalnya tempat tisu, taplak meja dll dengan motif dan desain yang ditangani sendiri oleh Ibu Sa’adah. Ciri khas bordir Kudus adalah kerancang kecil-kecil, halus dan tebal. Namun, sekarang ini bordir yang tebal kurang diminati masyarakat. Sehingga sekarang bordir dibuat tipis, namun tetap tidak menghilangkan kekhasannya yang halus serta motifnya yang detail dengan kerancang kecil-kecil. Wisma bordir milik Ibu Sa’adah pun mengakomodasi hal tersebut. Dengan macam motif berbahan kualitas tinggi sehingga menghasilkan bordir yang halus, Ibu Sa’adah memajang bermacam-macam assesories di tempat usahanya. Ia menawarkan harga yang terjangkau yaitu dari harga Rp 5000 sampai harga Rp 2.000.000. Selain bordir ichik yang sifatnya tradisional, Bordir Dahlia juga memproduksi bordir yang dibuat dengan computer, yaitu bantuan dari Dinas Perindustrian. Namun bordir yang dibuat dengan kamputer adalah bordir yang sifanya masal, misalnya taplak meja. Bordir yang dibuat dengan system computer kurang diminati oleh pembeli. Karena menurut pembeli hasil bordir yang dibuat dengan mesin computer kurang awet dan motif serta warnanya terlalu umum. Jadi pembeli senang memilih bordir yang dibuat secara tradisional, yaitu dengan mesin icik, walaupun harga bordir icik lebih mahal, karena pembuatannya memrlukan waktu yang lama dan memerlukan ketekunan. Berkat usahanya, Sa’adah memperoleh penghargaan dari Bupati Kudus. Beberapa pameran di luar Pulau Jawa pernah diikuti oleh Sa’adah. Bahkan, hingga ke luar negeri. Pemasaran bordir produksi ibu Sa’adah selain melayani permintaan local kudus akan tetapi juga wilayah lain, seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Bagi pelanggan yang berada di wilayah Kudus dapat mengunjungi langsung di showroomnya yang berada di Jl. Sukun Raya, Paganjaran, Bae, Kudus.