Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Permainan Dut Dut Keradut - Kab. Brebes, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Permainan Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | -Data Pelaku Komunitas belum ada- |
| Pencatat Karya Budaya | Yustina Hastrini Nurwanti, S.S. |
| Narasumber | Daryono, S.Pd. |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. BREBES |
| Penginput Data | M. Raga Putra Ammarsada |
Sejarah:
-
Deskripsi:
Permainan dut-dut keradut mirip dengan cublak-cublak suweng. Jenis permainan ini merupakan permainan kelompok yang menuntut kebersamaan, kesabaran, kedisiplinan dan sportivitas. Jumlah permain berkisar 7 hingga 10 orang. Dimainkan pada malam hari selepas Isya sampai sekitar jam 21.00 WIB. Dalam permainan ini terdapat pembagian tugas sebagai:
juru bagi, uwi, dan patah (pengger). Untuk memulai permainan, semua peserta melakukan suit (hom-pi-pah) untuk menentukan siapa yang akan menjadi juru bagi. Selanjutnya juru bagi bisa ditunjuk pada pemain yang pertama kali terkena patah (pengger). Sesudah dibagi juru bagi, ia akan menunjuk satu per satu peserta menggunakan daun. Daun yang dipilih biasanya daun kedondong, mangga atau daun kelor dan dihitung di atas kepala peserta sembari mendendangkan lagu dut-dut keradut bersama-sama. Adapun syairnya sebagai berikut:
Dut-dut keradut
Si Nini kaki kadut
Krombyang kleneng
Mbokmu dodol uwi siji.
Peserta terakhir yang tidak kena daun, menjadi patah dan mengejar peserta lain hingga terkena semuanya.