Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Bentha-Benthi - Kab. Brebes, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Permainan Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | -Data Pelaku Komunitas belum ada- |
| Pencatat Karya Budaya | Yustina Hastrini Nurwanti, S.S. |
| Narasumber | Daryono, S.Pd. |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. BREBES |
| Penginput Data | M. Raga Putra Ammarsada |
Sejarah:
-
Deskripsi:
Di wilayah Jawa Tengah bagian timur, permainan ini dikenal dengan nama dolanan Nyi Thewek. Permainan ini digelar untuk meminta hujan kepada Tuhan sambil menghibur diri. Pada umumnya, permainan ini dilangsungkan sewaktu kan menanam jagung sebelum menanam padi. Oleh karenanya, permainan ini mengandung unsur sakral. Alat-alat permainan yang harus disediakan antara lain: sapu merang, sendok/irus, kapur sirih, dan tambang /tali. Merang diikat dan dibentuk menyerupai bentuk manusia. Sendok dan tangkainya diselipkan pada sapu merang di bagian atas untuk membentuk roman muka, lalu dilukis roman muka dengan kapur sirih. Tambang/tali dipakai untuk mengikat pinggang bentha-benthi (bentuk sapu merang yang diubah seperti manusia). Kedua ujung tambang/tali dipegang oleh dua orang. Disediakan pula air dalam belanga. Pengiring musik adalah buyung.
Pelaksanaan permainan dimulai setelah maghrib dengan lama permainan satu jam. Permainan ini dilakukan di halaman rumah yang luas. Bentha-benthi sebelum dipergunakan harus dibuang ke tempat pembuangan sampah dan kemudian diambil untuk dipakai dalam pementasan. Tambang diikat pada ujung kiri dan kanan serta dipegang oleh dua orang yang bertugas mengendurkan dan menarik tambang. Ketika digerakan, penonton bernyanyi bersama dengan syair:
Bentha-benthi aja lali-lali laki
Ana gandrung lurung-lurung
Si lurung imana santri
Turunaken udan, ta ruwag riyag kewes
Ta ruwag riyeg pantes
Serengseng sabuke medhang
Sukma rendeng, aja rendeng-rendeng ingsun
Ingsune ka ma nira
Luthung-luthung dha ngilo
Dha ngilo si banyu udan
Genjretan pangreyetan
Irama lagu itu menambah gerak bentha-benthi menjadi menarik. Karena lincahnya bentha-benthi masuk ke dalam belanga berisikan air. Akibat air memercikan ke tubuh bentha-benthi. Setelah basah kuyup dan air di belanga terkuras habis, selesailah permainan. Bekas bentha-benthi kemudian dibuang.