Kirab Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaKirab Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubPerayaan - Perayaan
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasBelum diisi
Pencatat Karya BudayaYustina Hastrini Nurwanti, S.S.
NarasumberDra. Wuninggar (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tegal)
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. TEGAL
Penginput DataRizki Dian Saputra
Sejarah: - Deskripsi: Kirab Budaya menjadi agenda tahunan Menyambut Hari jadi Kabupaten Tegal. Sebelum acara kirab, ada acara Ziarah ke makam Ki Gede Sebayu di Desa Danawarih, Ki Ageng Hanggawana dan Pangeran Purbaya Desa Kalisoka oleh unsur Pemerintahan Kabupaten Tegal dengan muspida dan masyarakat. Kemudian dilanjutkan proses kirab pusaka tombak Kyai Plered. Setelah sebelumnya pusaka tombak Kyai Plered dijamas (dimandikan) serta disemayamkan di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru. Tombak pusaka Kyai Plered kemudian di kirab menuju rumah dinas Bupati Tegal dengan arak-arakan yang melibatkan keluarga dari garis kerabat/ keturunan dan masyarakat Kabupaten Tegal. Arak-arakan juga diwarnai pawai dan karnaval oleh sejumlah elemen masyarakat serta duta kesenian dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tegal. Kirab pusaka Kyai Plered menandai puncak Hari Jadi Kabupaten Tegal. Kirab pusaka Kyai Plered dengan rute mulai dari Rumah Dinas Bupati Tegal hingga Pendopo Kabupaten. Disamping kirab pusaka ada tradisi tawur arto. Tawur arto adalah tradisi menyebar uang yang dilakukan Bupati. Barisan paling depan adalah pembawa tombak Kyai Plered yang merupakan keturunan langsung Ki Gede Sebayu Tenggiri, Tegal. Menyusul dibelakangnya 2 kereta kencana yang ditumpangi Bupati Tegal dan isterinya serta wakil Bupati Tegal Kedatangan kereta kencana yang membawa Bupati inilah yang ditunggu - tunggu warga, misalnya sepanjang perjalanan yang dilalui Bupati dan isterinya menebar beras kuning bercampur uang receh logam. Tradisi ini dinamakan tawur arto atau udik-udikan. Jumlah uang logam yang disebar sebanyak ... juta .... ribu rupiah, sesuai dengan hari tahun jadi Kabupaten Tegal. Sepanjang perjalanan warga berusaha mendekati kereta kencana untuk meminta uang langsung dari Bupati, atau menunggu Bupati menyebar uang ke jalan. Tak jarang dalam perebutan uang ini terjadi saling injakan tindih. Meski berbahaya, namun hal ini tak dihiraukan tawur arto ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah dan keselamatan. Selain itu ini sebagai simbol perhatian pemimpin untuk mensejahterakan rakyatnya. Kirab berakhir di kantor Bupati Tegal. Prosesi kirab diakhiri dengan penyerahan tombak kipleret oleh keturunan langsung Ki Gede Sebayu kepada Ketua DPRD Kabupaten Tegal. Selanjutnya diserahkan ke Bupati Tegal.