Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSeni Brahen - Tegal, Jawa Tengah
Sejarah: Ditinjau dari sejarah, Seni Brahen mulai dikenal masyarakat ketika Agama Islam mulai masuk ke Wilayah Tegal yang disebarkan oleh Ratu Kalinyamat dari Jepara. Pada waktu menyebarkan Agama Islam, Ratu Kalinyamat mendirikan pemukiman di Desa Danaraja Kecamatan Margasari dan dalam perkembangannya mengajarkan kesenian yang isinya tentang puji-pujian kepada Rasulullah SAW yang akhirnya disebut Seni Brahen. Dahulu, Seni Brahen mengandung maksud dan tujuan untuk mencari jodoh. Seni Brahen dilakukan para gadis di dalam ruangan tertutup dan gelap dengan penerangan lampu senthir dan ceplik. Kemudian di bagian depan dari ruangan ini dibuat lubang kecil-kecil yang digunakan oleh para perjaka untuk melihat para gadis yang berada di dalam dengan tujuan untuk mencari jodoh. Namun, seiring perkembangan jaman, sekarang Seni Brahen bukan lagi untuk mencari jodoh, melainkan untuk memuliakan nama Allah. Seni Bahren sekarang ini dilakukan oleh para wanita yang sudah tua dengan melantunkan puji-pujian mengagungkan nama Allah. Deskripsi: Seni Brahen dari jenis lagunya mirip dengan barzanji. Alat musik pengiring yang digunakan berupa bas dan genjring. Seni Brahen dilakukan setiap malam Jumat setelah Shalat Isya sampai menjelang Subuh. Seni Brahen dimainkan oleh 25 – 30 orang wanita. Dua orang sebagai penabuh alat bas dan genjring, peserta lainnya membaca puji-pujian. Ketika masyarakat Desa Danaraja membaca puji-pujian ini bisa mencapai 100 ayat tanpa menggunakan teks dengan menggunakan Bahasa Jawa kuno. Panjangnya ayat yang harus dibaca, ada waktu jeda atau istirahat sekitar 10 – 15 menit, kemudian dilanjutkan membaca puji-pujian atau shalawatan sampai selesai.