Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Sintren Jaya Mulya - Batang, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Teater |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Belum diisi |
| Pencatat Karya Budaya | Yustina Hastrini Nurwanti, S.S. |
| Narasumber | Kusnadi,SE.Msi. (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Batang) |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. BATANG |
| Penginput Data | Risma Alifatun Nada |
Sejarah:
Sintren Jaya Mulya berdiri pada tanggal 10 Desember 1997. Jumlah personel terdiri dari 25 Orang dengan pengiring ada 26 Orang. Kostum pengiring pakaian tradisional Jawa dengan iringan gamelan. Pernah pentas di PRPP Semarang, Kabupaten Kendal, Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Kabupaten Batang mengisi Malam Jumat Kliwon, Batang Expo, dan Peringatan HUT RI Tingkat Kecamatan/Kabupaten. Kelompok Sintren Jaya Mulya merupakan Juara II Festival Sintren Tingkat Kabupaten Batang. Kelompok ini pernah mengalami kejayaan pada kurun waktu tahun 1997 รขโฌโ 2000. Pada kurun waktu tersebut banyak tawaran dan kesempatan untuk pentas, baik dari warga masyarakat maupun instansi pemerintah. Tahun 2001 mulai mengalami kemunduran karena tergeser kemajuan kesenian modern, faktor pendanaan, dan tidak adanya regenerasi anggota. Pimpinan kelompok bernama Aminil, dengan sekretarisnya bernama Supoyo dan bendahara bernama Sutrisno. Sedangkan anggotanya terdiri dari: Rejo, Cariam, Wandoyo, Mursono, Haril, Yuli, Abibah, Lina, Wahyuni, Juwita, Sakilah, Suparti, Sulasih, Casmitun, Sauni, Paryuti, Daryumi, Royati, Suberni, dan Darmini.
Kesenian Sintren adalah kesenian rakyat dari nenek moyang yang telah turun temurun, kesenian ini mengandung unsur magic (memanggil roh halus) dari jauh yaitu dari Banten Ki Robyong, dari Alas Roban Ki Drubikso, dari Sambong yaitu Den Ayu Lendor dan Hastuti Putri Arum. Kalau pawang sudah membakar kemenyan (Dupa) dan Panjak-panjaknya (Penyanyinya) sudah mulah menyanyikan syair-syairnya seperti doa untuk memanggil roh halus. Begitu Sintren sudah dimasukkan ke dalam kurungan dan sudah dimasuki oleh roh halus maka yang jadi Sintren bisa berhias dan ganti baju serta berhias dalam kurungan tanpa ada yang membantu dan kemudian menari. Kesenian Sintren juga bisa dipakai untuk mendatangkan hujan di musim kemarau, dan bisa mengobati orang sakit dengan meminumkan air putih dalam gelas atau diborehkan/dioleskan pada penderita dan kalau ada perawan kasep (terlambat kawin) maka bisa minta doa agar cepat mendapat jodoh.
Tari Sintren merupakan kesenian yang salah satunya tarian khas Batang yang selama ini hidup dan berkembang di Kabupaten Batang. Tari Sintren pada dasarnya adalah tarian rakyat yang menggunakan unsur magic, tarian tersebut berlangsung 3 sampai 5 jam dan sesekali ada atraksi dan juga menggunakan alat peraga seperti kurungan, kembang, kemenyan dan lain-lain. Seperangkat gamelan sebagai pengiringnya dan lagu-lagu sebagai pengantar dalam memanggil roh sekaligus untuk mengeluarkan roh serta untuk mengiringi atraksi-atraksi tarian.
Pada era sekarang ini kesenian Sintran sudah berkurang volume pementasannya, oleh karena itu kami berusaha membuat seni atraksi tari sintren yang bisa diperagakan 5 sampai dengan 9 orang dan tanpa menggunakan unsur magic dalam setiap penampilannya dengan nilai yang ditampilkan adalah keindahan, keprigelan, kelincahan, dan kesemangatan seorang gadis remaja yang sedang tumbuh mekar dan berkembang untuk mencari jadi dirinya.
Deskripsi:
-