Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaDinoboi - Semarang, Jawa Tengah
Sejarah: Permainan tradisional dinoboi juga sering disebut dengan istilah sirah pentil, sirah berarti kepala dan pentil berarti buah yang masih muda. Jadi sirah pentil berarti kepala yang masih muda. Akan tetapi dalam permaianan dinoboi, sirah pentil adalah pecahan genting (kreweng) yang disusun kemudian di atasnya diletakkan buah yang masih muda. Permainan tradisional dinoboi sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat Semarang khususnya di Kabupaten Semaran,Jawa Tengah. Akan tetapi dari mana asal mula permainan tersebut dan kapan pertama kali mulai diperkenalkan kepada masyarakat Semarang, serta siapa penciptanya sampai saat ini tidak diketahui secara pasti. Deskripsi: Permainan dinoboi merupakan salah satu permainan tradisional yang terdapat di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Permainan dinoboi bersifat kelompok, artinya dalam bermain ada dua kelompok atau kubu yang saling berhadapan, tetapi bukan berarti harus beradu fisik. Permainan dinoboi biasanya dilakukan pada siang hari yaitu pada saat anak-anak istirahat sekolah atau pada saat anak-anak tidak melakukan kegiatan yang lebih penting. Sedangkan tempatnya memerlukan tempat yang cukup luas, misalnya di halaman sekolah atau halaman rumah dan harus bersih dari benda-benda yang kiranya dapat mengganggu jalannya permaianan. Hal ini karena dalam permainan ini bagi yang menang maka akan berjalan mundur. Sehingga sebelum bermain mereka akan membersihkan tempat permaianan. Peralatan yang digunakan dalam bermain dinoboi yaitu apa saja yang ada di sekeliling mereka yang dapat dipakai untuk bermain dinoboi. Alat yang paling mudah dan sering digunakan dalam bermain dinoboi yaitu berupa pecahan genting (kreweng). Adapun peserta permainan dinoboi tidak ada batas usia peserta akan tetapi biasnya permainan tersebut dilakukan oleh anak-anak usia sekolah SD yaitu sekitar 4 samapai 14 tahun. Demkian pula mengenai jenis kelamin, peserta perrmainan dinoboi dapat dilakukan oleh anak laki-laki maupun perempuan baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Permainan bersifat kelompok berpasangan. Biasanya kelompok yang kalah nantinya harus menggendong kelompok yang menang. Jalannya permainan,setelah terjadi kesepakatan untuk bermain maka peserta permainan menyiapkan alat permainan berupa kreweng. Kemudian peserta permaianan menentukan pasangan masing-masing. Dalam menentukan pasangan harus disesuaikan dengan keadaan fisiknya. Mengingat bahwa permainan ini kelompok yang kalah harus menggendong yang menang. Untuk selanjutnya permainan setelah masing-masing mendapat pasangan maka peserta dibagi dua keompok (kelompok A dan kelompok B). Pembagian ini dilakukan dengan cara pingsut, lelompok yang menang pingsutnya menjadi satu kelompok (kelompok A) dan yang kalah menjadi satu pula (kelompok B). Kemudian salah satu dari anggota masing-masing kelompok mewakili undian untuk menentukan siapa yang bermain lebih dahulu. Selanjutnya peserta permainan mennetukan arena bermainnya, yaitu mengukur jarak antara kelompok A dan kelompok B dengan ditandai (garis) di permukaan tanah dan menentukan titik di mana kreweng akan ditumpuk. Jarak antara kelompok tersebut kurang lebih 8 meter (tergantung kesepakatan). Hal ini agar si pelempar tidak mudah merobohkan tumpukan kreweng . Di samping itu juga agar lawan yang kalah tidak terlalu mudah memgang pasangannya Untuk menghindari kesalahjpahaman dan juga kecurangan, dalam permainan dinoboi diperlukan aturan. Adapun aturan dalam permainan dinoboi yaitu : 1. Permainan dibagi kedalam dua kelompok. 2. Peserta permainan tidak boleh memilih kelompok atau teman 3. Masing-masing kelompok dibatasi oleh garis yang telah dientukan. 4. Peserta yang undiannya menang, bermain lebih dahulu. 5. Setiap kelompok ber memberikan lemparan satu kali dan terus bergantian dengan kelompok lawan sampai tumpukan kreweng roboh. 6. Keompok yang menenag harus lari/jalan mundur. 7. Kelompok yang kalah harus mengejar sampai pasangannya terpegang, dan kemudian menggendong sampai posnya. Setelah alat permainan sudah siap dan aturan aturan permainan sudah disepakati maka permainan dinoboi siap dilaksanakan. Peserta permainan berkumpul menjadi satu di pos masing-masing, (kelompok A dan B). Jika dalam undian yang menang adalah kelompok A maka mereka yang akan melempar tumpukan kreweng lebih dahulu. Di saat anggota kelompok itu akan melempar aka anggota lain memmpersiakan diri untuk berlari mundur. Demikian sebaliknya anggota kelompok yang kalah (B), juga bersiap-siap untuk mengejar lawannya jika lemparan itu mengenai sasaran. Jika lemparan pertama yang dilakukan kelompok A mengenai sasaran semua anggota kelompok A akan segera lari mundur menjauh dari posnya. Sedang semua lawan (kelompok B) segera berusaha mengejar pasangannya sampai terpegang. Kelompok yang kalahakan menggendong kelompok yang menang sejauh dari mereka terpegang sampai ke posnya. Demikian sebaliknya, seandainya lemparan kelompok A tidak mengenai sasaran kemudian berganti ke kelompok B yang berhak melempar. Demikian seterusnya sampai mereka merasa puas dan bosan dan akhirnya permainan itupun berhenti. Adapun fungsi permaiana dinoboi atau sirah pentil adalah sebagai sarana hiburan dan juga melatih keseimbangan fisik. Di saming itu dalam permainan dinoboi anak bisa belajar mematuhi aturan yang sudah disepakati. Sedangkan nilai yang terkandung dalam permainan dinoboi antara lain nilai kersama, keseimbangan, dan kecermatan.