Upacara Minta Hujan/Dandan Kali Becekan - Sleman, DIY

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Minta Hujan/Dandan Kali Becekan - Sleman, DIY
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPenetapan
Pelaku KomunitasSuku Bangsa Jawa
Pencatat Karya BudayaDrs.Ambar Adrianto
NarasumberHadisumitro (59th)
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. SLEMAN
Penginput DataJuliana Amalia Warman
Sejarah : Penduduk tidak dapat menceritakan sejarah kapan upacara Dandan Kali (Becekan) ini di lakukan. Mereka hanya meneruskan adat yang berlaku secara turun-tenurun. Upacara ini di selenggarakan di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DIY. Becekan berasal dari kata Becek, artinya Berair. Di sebut juga sebagai upacara Dandan Kali artinya memperbaiki sungai (kali), karena pada musim hujan banyak yang rusak. Masyarakat percaya dengan di selenggarakan upacara becekan, tak lama kemudian akan turun hujan. Deskripsi : Sampai saat ini, upacara minta hujan (Dandan Kali/becekan) Masih di selenggarakan oleh masyarakat Desa Kepuharjo, Kec. Cangkringan, Kab. Sleman, Prov. DIY. Masyarakat tidak tahu kapan persisnya upacara tersebut pertama kali di laksanakan. Yang jelas itu merupakan tradisi leluhur yang harus di uri-uri (di Lestarikan). Upacara becekan ini di selenggarakan menurut Pranoto Mangso yang jatuh pada mangsa kapat, hari jumat kliwon. Tahapanya: membakar kemenyan di belik (mata air) yang di anggap keramat, tirakatan, kendari di rumah kepada Dusun setempat. Fungsi dari upacara becekan ini antara lain: norma sosial, pengendalian sosial (social control), media sosial, dan pengelompokan sosial.