Pakaian Pranakan: Pakaian ke Makam Astana Imogiri dan Kotagede - Bantul, DIY

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaPakaian Pranakan: Pakaian ke Makam Astana Imogiri dan Kotagede - Bantul, DIY
Karya BudayaKemahiran Kerajinan Tradisional
Karya Budaya SubPakaian Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasSuku Bangsa Jawa
Pencatat Karya BudayaErnawati Purwaningsih , S.Si., M.Sc.
NarasumberWibowo.1990.Pakaian Adat tradisional Daerah DIY.jakarta: Proyek Inventaris dan P2NB
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. BANTUL
Penginput DataJuliana Amalia Warman
Sejarah : Makam Keramat Astana Imogiri di kenal sebagai makam para Raja Yogyakarta dan Surakarta. Bila orang masuk ke Makam Astana Imogiri dan juga makam Panembahan Senopati di Kotagede harus memakai pakaian khusus. Kaum pria mengenakan pakaian “Pranakan” atau beskap tetapi boleh juga berkain tanpa baju. Pakaian “Pranakan” berupa seperangkat pakaian yang terdiri atas destar kain batik latar hitam bermotif berfariasi tetapi bukan motif “Parang”, baju surjan dari kain lurik dan tanpa alas kaki dan tanpa keris. Deskripsi : ‘’Pranakan’’ adalah pakaian tradisional yang di kenakan setiap orang yang akan masuk ke makam Astana Imogiri dan Kotagede. Karya budaya tersebut mempunyai fungsi sosial yaitu sebagai salah satu wahana untuk pengenalan kepada generasi muda tentang salah satu pakaian tradisional. Selain itu juga sebagai wujud pelestarian budaya.