Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Moda Transportasi Tradisional: Andong di Yogyakarta - Bantul, Yogyakarta |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Moda Transportasi Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sudah Berkurang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Subalidinata |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Emiliana Sadilah |
| Narasumber | Ensiklopedi kebudayaan Jawa,Yayasan studi Jawa lembaga studi Jawa Yogyakarta-Indonesia 1999/2000. |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KAB. BANTUL |
| Penginput Data | Rizki Dian Saputra |
Sejarah:
Andong merupakan salah satu alat transportasi masyarakat pedesaan di Jawa, tidak tahu pastinya kapan andhong ini mulai ada tetapi yang jelas andhong ini menjadi salah satu alat angkut tradisional yang keberadaannya dan kini masih bisa di jumpai di Yogyakarta.
Deskripsi:
- Andhong adalah sejenis alat transportasi tradisional yang keberadaannya sudah lama dan kini masih ada walau hanya sedikit pemiliknya.
- andhong ini beroda empat, di tarik oleh dua ekor kuda, atau satu kuda saja. Diameter roda bagian depan lebih kecil daripada bagian belakang. Lapisan ban roda terbuat dari irisan ban mobil bekas.
- Andhong di kemudikan oleh seorang yang di sebut Kusir.
- Pada jaman dulu, andhong tidak hanya sebagai alat transportasi orang yanmg berpergian kec pasar atau ke kota, namun juga sebagai alat transportasi temanten.
Andhong yang di gunakan untuk temanten di hiasi dengan bunga-bunga. Demikian pula kudanya juga di berikan hiasan pada bagian kepalanya.