Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Arsitektur Tradisional Jawa (DIY)/Kampung - D.I Yogyakarta |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Arsitektur Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | -Data Pelaku Komunitas belum ada- |
| Pencatat Karya Budaya | Drs. Darto Harnoko |
| Narasumber | H.J. Wibowo dkk, Arsitektur Tradisional Jawa Jogjakarta, Jakarta : IDKS, 1982 |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Penginput Data | Risma Alifatun Nada |
Sejarah: Rumah model kampung mempunyai dua sisi atap merupakan model yang lebih sederhana disbanding limasan dan joglo. Bangunan pokoknya terdiri dari saka yang berjumlah, 4, 6 atau bisa juga 8 saka. Sedangkan atap terdapat pada dua belah isinya dengan satu wawung.
Deskripsi: Kampung merupakan sebutan rumah tinggal orang Jawa. Ada beberapa bentuk bangunan kampong. Kampong Pacul Gowang ; merupakan bentuk banguna kampong yang pokok ditambah dengan bangunan-bangunan yang lain, yang berbentuk bungaghe. Bentuk banguan kampong ini juga mengunakan bagian yang disebut tutup keong.
Kampong Ganjel Jerum, merupakan bentuk bangunan kampong yang lain yang mempunyai 3 buah emper. Dua banguan emper terletak diseblah muka dan belakang. Saka terletak membelah salah satu sisi kampung mengunakan saka tiang dan satu wawung serta satu tutup keong.
Kampung cere pencet ; merupakan bentuk bangunan gabungan antara dua bentuk bangunan kampung Pacul Gowang.