Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Makanan Tradisional: Kipo - Yogyakarta, DIY |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Makanan / Minuman Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Penetapan |
| Pelaku Komunitas | Komunitas Kotagede |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum. |
| Narasumber | Mulyo Wiharto (Kotagede) |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KOTA YOGYAKARTA |
| Penginput Data | Juliana Amalia Warman |
Sejarah : Asal-usul nama kipo berdasarkan keterangan masyarakat adalah karena para bangsawan yang disuguhi kipo dan menyantapnya, lalu bertanya “iki apa� lama-lama makanan itu kemudian dikenal dengan nama kipo. Sejarah makanan dari Kotagede itu cukup panjang. Konon dalam Centini disebutkan makanan yang disebut kupo, yang sekarangdisebut kipo.
Deskripsi : Kipo, makanan khas Kotagede dibuat dari ketan, santan, garam, gula dan pewarna hijau dari bahan alami (daun pandan). Di dalamnya diisi enten-enten (parutan kelapa dicampur dengan gula Jawa), dan dipanggang menggunakan lapisan daun pisang tanpa diberi minyak.
Cara membuatnya bahan-bahan tersebut dicampur, diaduk-aduk (diuleni) sampai rata hingga kekenyalannya yang diinginkan. Adonan kental dan liat itu kemudian dibentuk mirip kipas dengan ukuran kurang lebih 4 x 2 cm. Di dalamnya diisi enten-enten, kemudian dibakar dengan menggunakan alas daun pisang. Kipa banyak ditemukan di Kotagede