Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Pandangan Masyarakat terhadap Tradisi Saparan, Klaten, Jateng |
Sejarah:
Upacara Saparan di Jalinan Klaten masih mempunyai nilai spiritual, Karena dianggap masih mempunyai tuah yang dapat digunakan sebagai tumbal setan. Untuk kesuburan tanah masyarakat masih melestarikan tradisi karena mempunyai makna dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat mengadakan selamatan dengan bersesaji dan mohon keselamatan, agar yang dimohon dapat dikabulkan oleh Tuhan dann hidup tentram. Masyarakat mempunyai anggapan mempunyai kekuatan gaib yang dapat mengabulkan permohonan.
Deskripsi:
Upacara Saparan di Jatinom, Klaten dilaksanakan setahun sekali setiap bulan Sapar, di alun-alun dan dilaksanakan sehabis sholat Jum’at dengan sebelumnya diadakan pengajian di serambi masjid. Tepat jam 12.30 apem disebar kepada masyarakat yang dilakukan oleh bapak Bupati, besar kecil tua muda semua memperebutkan apaem tersebut.
Selain penyebaran apem, lalu diadakan doa bersama dengan membacakan doa bersama kepada arwah Kyai Ageng Gurbig.