Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTari Klasik Gaya Yogyakarta: Bedaya Semang
Sejarah : Tari Bedaya adalah Tari yang di ilhami dari hubungan mistis antara Panembahan Senapati. Raja Mataram pertama denga Kanjeng Rati Kidul. Tari Bedaya kemidian berkembang di empat Swapraja yang hadir setelah Kerajaan Mataram, yakni Kesultanan Yogyakarta; Puro Pakualamam; Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran. Di setiap Swapraja tersebut masing-masing memiliki Tari Bedaya yang di Sakralkan, yang hanya di pentaskan untuk upacara-upacara yang ada kaitannya dengan Keraton. Bedhaya yang menjadi Tarian pusaka Keraton itu adalah Bedaya Ketawang; Bedaya Semang; Bedaya Surya Sumirat dan Bedaya Anglir Mendung. Di samping Bedaya yang sakral raja-raja keturunan Dinasti Mataram juga menciptakan Bedaya-bedaya lain. Tari Bedaya menjadi sebuah tradisi yang berkembang di kalangan Istana. Hal itu berkaitan erat dengan fungsi tari Bedaya merupakan lambang kebesaran kraton dan menjadi kelengkapan upacara penobatan Raja. Deskripsi : Tari Bedaya Semang adalah Komposisi tari Putri yang di tarikan oleh sembilan orang penari. Para penari memakai kostum dan tata rias yang sama. Bedaya Semang merupakan tarian pusaka Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tari ini memiliki fungsi sebagai sarana ritual ulang tahun penobatan Raja, tumbuk Ageng; perkawinan putra-putri raja. Karena menjadi tarian pusaka tari Bedaya Semang terikat oleh berbagai aturan yang di terapkan baik pada bentuk tarinya maupun para penarinya. Para penari Bedaya Semang biasanya melakukan puasa terlebih dahulu apabila akan pentas. Bersih diri (tidak sedang haid), selain itu juga ada ziarah ke makam Panembahan Senopati, serta ada sesajen. Di Keraton Yogyakarta tari Bedaya Semang di pentaskan di Bangsal Kencana, dan bangsal tersebut hanya Raja dan Permaisuri beserta para penari Bedhaya Semang yang boleh berada di atas bangsal. Sebelum pentas para penari Bedaya Semang di tempatkan di gedung Pusaka atau Dalem Prabayeksa. Tari bedaya Semang memiliki pola lantai yang di namakan rakit. Gerak dan pola lantai banyak banyak menggunakan komposisi berjajar atau rakit jajar; rakit tigo-tigo. Dalam posisi menari, masing-masing penari memiliki peran sendiri-sendiri untuk memnentukan posisi pada setiap formasi. Tari Bedaya Semang memiliki iringan yang merujuk pada Kerawitan garap gendhing kimanak, selain itu juga ada kidung yakni Sekar Kawi yang berisi kisah percintaan Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul.