Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaWayang Suluh - Madiun, Jawa Timur
Wayang suluh merupakan salah satu jenis wayang yang oleh pemerintah difungsikan sebagai media penyuluhan dan penyebar informasi kepada masyarakat. Wayang suluh di Madiun pertama kali dipertunjukan di Gedung Balai Rakyat Madiun Jawa Timur pada 10 Maret 1947. Wayang tersebut dirancang oleh Sukemi yang merupakan karyawan dari Jawatan Penerangan Madiun. Wayang suluh Madiun memiliki keunikan dan keistimewaan bila dibandingkan dengan wayang-wayang lainnya. Keunikan tersebut dapat dilihat dari tokoh wayangnya yang merupakan representasi dari figur manusia. Penggambaran tokoh pada wayang suluh Madiun menyerupai tokoh-tokoh perjuangan bangsa Indonesia seperti presiden Soekarno, Moh. Hatta, Bung Tomo dan sebagainya serta figur tokoh yang hidup dalam masyarakat misalnya petani, pedagang, santri, pejabat seperti Bupati, Camat, Kepala Desa, RW, RT dan sebagainya. Lahirnya wayang suluh Madiun disebabkan oleh permasalahan-permasalahan yang dialami oleh masyarakat Indonesia akibat penjajahan Belanda. Akibat yang ditimbulkan pada masa itu adalah masyarakat mengalami kesengsaraan serta pendidikan tidak mampu menjangkau masyarakat kecil sehingga mengakibatkan banyak masyarakat yang mengalami buta huruf. Rendahnya tingkat pendidikan masyarakat menjadikan pemerintah mengalami kesulitan dalam menyebarkan informasi mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah. Lakon yang diangkat dalam wayang suluh Madiun adalah cerita sekitar peristiwa sejarah yang terjadi pada masa revolusi seperti Proklamasi 17 Agustus 1945, Sumpah Pemuda, Perang Surabaya 10 November, Perjanjian Linggar Jati, dan Perjanjian Renville serta cerita terkait dengan program pemerintah mengenai masalah pembangunan di Indonesia. Keistimewaan dari wayang suluh Madiun juga dapat dilihat dari beberapa fungsinya. Fungsi wayang suluh Madiun antara lain sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai program pemerintah yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat serta untuk menambah wawasan dan meningkatkan rasa nasionalisme masyarakat. Pertunjukan wayang suluh dilaksanakan dengan durasi waktu selama 2-3 jam biasanya dimulai pada pukul 20.00-23.00 WIB.