Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | PERMAINAN ANAK “ANCAK-ANCAK ALIS†- Yogyakarta, DIY |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Permainan Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Terancam Punah |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Saridal |
| Pencatat Karya Budaya | Suyami, M.Hum. |
| Narasumber | Saridal |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Penginput Data | Dwi Hastuti, S.Pd. |
Permainan anak â€Ancak-ancak Alis†merupakan jenis permainan anak tradisional Jawa yang dahulu cukup populer di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Namun pada saat ini permainan tersebut sudah jarang dilakukan.
Permainan â€Ancak-ancak Alis†menggambarkan proses penanaman padi, mulai dari mengolah sawah hingga memanen hasil. Dalam permainan â€Ancak-ancak Alis†juga disebutkan tentang peranan kerbau sebagai pembantu petani dalam mengolah tanah, bahwa kerbau selalu berperan baik pada musim kemarau maupun pada musim penghujan.
Dengan permainan â€Ancak-ancak Alis†anak-anak dikenalkan dengan proses budidaya penanaman padi yang melalui berbagai tahapan, dari ngluku (membajak/melumatkan tanah), nggaru (meratakan lahan), nyebar (sedang menebar benih); ndhahut (sedang mencabut bibit); tandur (sedang tanam); nglilir (sedang mulai hidup); ijo (sedang menghijau); matun (sedang menyiangi); meteng (sedang bunting); nyanguki (mulai muncul kuncup bunga); mecuti (bunga belum mekar); ambrol (sedang berbunga merata); njebut (sedang mekar serbuk sari); lagi mratak (bakal buah sudah merata); temungkul (bulir padi mulai merunduk); bangcuk(menguning pada ujung bulir); kuning (padi sudah menguning); tuwa (padi sudah tua); nyajeni (saat memberi sesaji).
Permainan ancak-ancak alis berfungsi sebagai sarana menanamkan nilai kearifan Jawa agar anak-anak memahami proses budidaya padi. Dengan begitu diharapkan mereka akan menghargai padi/beras sebagai makanan pokok orang Jawa sehingga tidak bersikap menyia-nyiakan/membuang-buang nasi yang berarti tidak menghargai perjuangan petani untuk menghasilkan padi.