ASAL MULA NAMA DUSUN GROGOL-Sleman, DIY

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaASAL MULA NAMA DUSUN GROGOL-Sleman, DIY
Karya BudayaTradisi dan Ekspresi Lisan
Karya Budaya SubBahasa
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasKi Sancaka
Pencatat Karya BudayaSuyami, M.Hum.
NarasumberKi Sancaka
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. SLEMAN
Penginput DataDwi Hastuti, S.Pd.
Dusun Grogol merupakan sebuah dusun di Desa Margadadi Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY. Pada saat ini Dusun Grogol sudah dikembangkan menjadi Desa wisata. Sebutan ’grogol’ berasal dari kata ’gregel/nggregeli’ yang berrti ’jatuh’. Kata itu mengacu pada peristiwa yang dialami Sunan Kalijaga. Konon, setelah Masjid Demak berdiri, para wali diperintahkan untuk menyebar ke berbagai penjuru Pulau Jawa guna menjalankan tugas sebagai penyebar agama Islam. Misalnya, Sunan Gunungjati ditugskan untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Pulau Jawa bagian barat. Adapun Sunan Kalijaga ditugskan untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Dalam perjalanannya tersebut Sunan Kalijaga banyak meninggalkan petilasan-petilasan yang oleh sebagian orang dianggap sebagai tempat istimewa. Di wilayah Kabupaten Sleman terdapat beberapa tempat yang dianggap sebagai petilasan Sunan Kalijaga. Dua di antaranya adalah ’Tuk Sibedhug’ dan ’Grogol’. ’Tuk Sibedhug’ merupakan tempat munculnya air yang dibutuhkan Sunan Kalijaga untuk berwudhu saat akan menunaikan shalat dzuhur. Konon pada waktu itu Sunan Kalijaga akan menunaikan shalat dzuhur, namun tidak ada air untuk berwudhu. Kemudian Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya pada tanah. Ketika tongkatnya dicabut, seketika dari lobang tanah bekas tongkat menancap tersebut seketika memancar air sehingga Sunan Kalijaga bisa berwudhu untuk selanjutnya menunaikan shalat dhuhur. Selanjutnya mata air tersebut diberi nama ’Tuk Sibedhug’ karena merupakan mata air yang keluar pada saat dibutuhkan untuk shalat dhuhur pada waktu ’bedhug’. Adapun nama ’Grogol/gregel’ diambil dari kejadian ketika Sunan Kalijaga menyisir rambutnya, kutu dan beberapa helai rambutnya berjatuhan. Konon, sehabis mandi dan menunaikan shalat dzuhur Sunan Kalijaga akan melanjutkan perjalanannya untuk menyebarkan ajaran agama Islm ke arah selatan. Sebelumnya, beliau terlebih dahulu menyisir rambutnya pada suatu tempat. Pada saat itu diketahui beberapa helai raambut dan kutu berjatuhan (ngggeli/grogol) di tempat tersebut. Oleh karena itu ketika tempat tersebut menjadi tempat pemukiman dinamakan ’Dukuh Grogol’. Adapun tempat jatuhnya kutu dan rambut Sunan Kalijaga menimbulkan pertanda, tanahnya terus berkembang menjadi gundukan bagaikan gundukan tanah rumah rayap/anai-anai, yang semakin lama semakin besar walau sama sekali tidak terindikasi adanya rayap maupun anai-anai. Pada saai ini di tempat tersebut dibangun ’cungkup’ dan ditandai dengan nama ’Makom Sunan Kalijaga’.