Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Petik Tirta - Purworejo, Jawa Tengah
Sejarah: “Pethik Tirta” merupakan upacara selamatan desa (merti desa) yang dijadikan tradisi di Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Istilah “Pethik Tirta” berasal dari kata “Pethik” yang berarti “mengambil” dan “Tirta” yang berarti “air”. Secara etimologis, Pethik Tirta berarti upacara mengambil air (yang dilakukan di Sumur Talang, suatu sumur beji / tua yang terletak di Dusun Talang Bagus Desa Jenar Lor Kecamatan Purwodadi) yang dipercaya membawa berkah. Sampai sekarang masyarakat meyakini bahwa upacara Pethik Tirta diselenggarakan dengan pagelaran wayang kulit pertama kali semenjak Demang Jotirto berkuasa di daerah tersebut yang makamnya terletak di sebelah barat Sumur Talang di pemakaman “Panggang”. Tapi belum ditemukan keterangan yang pasti tentang tahun berapa pertama kali upacara Pethik Tirta itu diselenggarakan di Desa Jenar Lor. Berdasarkan keterangan dari beberapa masyarakat, upacara ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak nenek moyang mereka, dan telah dijadikan tradisi yang harus dilaksanakan. Dalam perspektif budaya, upacara tradisional merti desa Pethik Tirta ini merupakan manifestasi dari pengaruh kepercayaan animisme yang kemudian terpelihara dalam tradisi budaya Hindu. Asal-usul upacara ini berkaitan erat dengan keberadaan Bulak (kawasan pertanian yang sangat luas) yang meliputi wilayah Desa Jenar Lor, Jenar Kidul, Walikoro, Sruwoh, Singkil, Wingko, Pundensari, Jenar Wetan. Saat ini Bulak tersebut dikenal dengan sebutan Bulak Kethip. Upacara bersih desa sendiri diduga telah dilaksanakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan sejak zaman pra–Islam di Jawa. Penyelenggaraan upacara itu terkait dengan asumsi bahwa pada hakekatnya manusia memiliki sistem kepercayaan, yang merupakan salah satu unsur universal dari kebudayaan. Setelah kedatangan agama-agama wahyu, keyakinan akan pemujaan dan penghormatan kepada roh nenek moyang tetap berkembang. Setelah Islam berkembang di Jawa, kepercayaan itupun tidak dapat dihilangkan, karena sudah menjadi tradisi secara turun temurun. Deskripsi : Penyelenggaraan upacara Pethik Tirta setiap setahun sekali pada bulan Rojab , dengan waktu yang ditentukan oleh panitia sebagai pemrakarsa dengan melibatkan segenap unsur masyarakat sebagai peserta. Dan upacara ini penyelenggaraannya disertai dengan pertunjukan kesenian wayang kulit. Pada kalangan masyarakat agraris, upacara merti desa lazim diselenggarakan setahun sekali terutama sehabis masa panen padi dan penetapan hari pelaksanaan cenderung dipilih hari Sabtu dan Minggu, meskipun ada yang dilaksanakan selain hari itu dengan pertimbangan perhitungan hari baik berdasarkan penanggalan Jawa. Pemilihan hari Minggu sebagai waktu penyelenggaraan upacara Pethik Tirta dengan alasan hari libur, sehingga diharapkan mereka yang bekerja di luar bidang pertanian dapat ikut berperan, serta anak-anak sekolah juga dapat ikut memeriahkan. Tempat penyelenggaraan upacara merti desa Pethik Tirta selama ini menggunakan Sumur Talang, dengan puncak upacara mengambil air dari Sumur Talang tersebut. Sedangkan kegiatan terdiri dari : Selamatan kenduri di Sumur Talang, Kirab Tumpeng, Pagelaran Wayang kulit di Pendapa Sumur Talang, Kenduri dan Pethik Tirta.