Upacara Labuhan Gunung Merapi - Kab Sleman Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Labuhan Gunung Merapi - Kab Sleman Yogyakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku Komunitas-Data Pelaku Komunitas belum ada-
Pencatat Karya BudayaDwi Hastuti, S.Pd.
NarasumberHartono dkk. 2003. Upacara Adat Masyarakat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tashadi dkk.2002.Kabupaten Sleman Dalam Perjalanan Sejarah
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. SLEMAN
Penginput DataEmi Ratnawati
Upacara Labuhan Gunung Merapi dilaksanakan berkaitan dengan melabuh perlengkapan ke Gunung Merapi oleh Kraton Yogyakarta. Pelaksanaan upacara ini dilatarbelakangi adanya cerita yang berkembang dalam masyarakat. Konon pada waktu Panembahan Senopati sedang bertapa di Pantai Selatan ditemui oleh Nyi Roro Kidul yang maksudnya ingin membantu Senopati menjadi raja yang besar kekuasaanya. Selain akan membantu Ratu Kidul memberi telon yang disebut “Endhog Jagad”, kemudian diberikan oleh salah satu juru taman. Endhog Jagad tersebut dimakan oleh Juru Taman. Setelah makan telor tadi, ternyata juru taman tadi berubah menjadi makhluk halus. Juru taman yang berubah menjadi makhluk halus tadi oleh Panembahan Senopati ditugasi menjaga kerajaan Mataram dan diberi kedudukan di Gunung Merapi dengan sebutan Ki Sapu Jagad. Sebagai tanda terima kasih Panembahan Senopati dan keturunannya memberikan seaji berujud makanan beserta perlengkapannya yang diwujudkan dalam bentuk Upacara labuhan. Adapun tujuannya agar Ki Sapu Jagad sebagai penunggu Gunung Merapi selalu menjaga keselamatan, keamanan dan ketenteraman wilayah Yogyakarta.