Tari Gandrung Banyuwangi Jawa Timur

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaTari Gandrung Banyuwangi Jawa Timur
Karya BudayaSeni Pertunjukan
Karya Budaya SubSeni Tari
Kondisi Saat IniSudah Berkurang
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasDinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi
Pencatat Karya BudayaDrs. Sumarno
Narasumber- Kesenian Gandrung Banyuwangi - Wawancara
ProvinsiJawa Timur
Kabupaten/KotaKAB. BANYUWANGI
Penginput DataEmi Ratnawati
Pementasan tari gandrung dibagi dalam beberapa bagian pementasan yaitu topengan, jejer gandrung, repenan, paju dan seblang-seblangan. Topengan adalah tarian yang dibawakan pada awal atau sebelum pagelaran gandrung. Penari dengan berpakaian topeng menari dengan gerak ksatria. Jejer gandrung dilakukan sebagai penanda dimulainya tarian gandrung. Pada saat itu penari dengan membentangkan kopas yang dibawanya dengan diiringi gending pada nonton. Setelah selesai kemudian dengan diantar gedhog penari gandrung turun dari pentas menuju penonton untuk repenan. Pada saat itu penari gandrung duduk bersama tamu yang hadir membawakan gending-gending yang diminta tamu sebelum ikut menari. Setelah membawakan repenan maka tamu dan gandrung menari di atas pentas. Setelah berakhir maka tamu yang ikut menari memberikan uang saweran kepada penari yang diletakkan di atas talam yang sudah disediakan. Dalam menari dengan para tamu itu agar tidak terjadi keributan maka urutan atau antrian menari diatur oleh gedhog dengan cara menari dahulu. Biasanya pengaturan antrian didasarkan pada kedudukan sosial atau jabatan seseorang. Setelah semua habis maka tahap terakhir adalah seblang-seblangan. Biasanya pada waktu pagi hari. Jika seblang-seblangan sudah habis maka pertunjukan gandrung selesai.