Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Endog - endogan - Kab Banyuwangi, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Adat Istidat Masyarakat |
| Karya Budaya Sub | Sistem Ekonomi Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sudah Berkurang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi |
| Pencatat Karya Budaya | Drs. Sumarno |
| Narasumber | - http://www.albu.banyuwangi/budaya/endog-endogan.index - Wawancara |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. BANYUWANGI |
| Penginput Data | Emi Ratnawati |
Upacara endog-endogan merupakan ikon upacara tradisi di Kabupaten Banyuwangi. Upacara ini dilaksanakan setiap setahun sekali yaitu pada 12 Rabilawal atau 12 Mulud. Tujuan diadakannya upacara adalah untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad. Upacara ini membutuhkan ribuan bahkan puluhan ribu telur karena peserta upacara meliputi seluruh kabupaten dan dilaksanakan secara besar-besaran. Upacara endog-endogan sebagai awal dilaksanakan upacara yang lain yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Dalam upacara ini dilaksanakan karnaval perlengkapan endog-endogan dengan berbagai hiasan. Semua peserta berlomba untuk menghias dengan telur atau endog. Perlengkapan upacara dibawa ke masjid Agung Banyuwangi dan diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi kemudian diserahkan kepada imam masjid untuk dibacakan doa-doa. Asal mula tradisi endog-endogan merupakan pengaruh dari adanya penyebaran agama Islam di Banyuwangi dengan perlengkapan utama berupa telur atau endog. Oleh sebab itu upacara dinamakan endog-endogan.