Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaLontong Tuyuhan - Kab Rembang, Jawa Tengah
Dinamakan Lontong Tuyuhan karena kebanyakan yang berjualan berasal dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur. Sekarang ini sudah ada kompleks wisata kuliner Pusat Penjualan Lontong Tuyuhan di Desa Tuyuhan, Pancur, Rembang. Kompleks wisata kuliner pusat penjualan lontong Tuyuhan dibangun pemerintah setempat berupa bangunan yang permanen. Penjualnya laki-laki. Lontong Tuyuhan mengalami perkembangan. Selain di Tuyuhan, sentra lontong Tuyuhan terdapat di Desa Jeruk, Kecamatan Pancur. Sentra lontong Tuyuhan di sini berupa deretan warung sederhana. Kebanyakan penjualnya perempuan muda. Semula, sebelum ada tempat menetap seperti sekarang ini, lontong Tuyuhan dijual secara berkeliling dengan pikulan. Waktu menjajakan dari pukul 13.00 sampai 21.00. Para pedagang makan ini katika menjajakan dagangan beriringan, seolah-oleh seperti balapan. Hal tersebut makanan ini sebelum dinamakan lontong Tuyuhan, bernama Lontong Balap. Ada beberapa pedagang makanan ini yang sampai sekarang masih berkeliling menggunakan pikulan. Tempat mangkalnya di selatan Masjid Agung Lasem. Sejarah lontong Tuyuhan tidak dipisahkan dari sosok sunan Bonang atau Raden Makmur Ibrahim. Sunan Bonang kala itu sedang giat menyebarkan agama Islam di Rembang. Dia terus-menerus dimusuhi oleh Blancak Ngilo. Ditempuh jalan diplomasi untuk berdamai namun tidak berhasil akhirnya ditempuh jalan yang labih baik yaitu Sunan Bonang selalu mengikuti Blancak Ngilo berada. Sampai suatu ketika Blancak Ngilo sedang makan apor dengan lontong ditengah sawah dipergoki Sunan Bonang. Blancak Ngilo lari terbirit-birit ketakutan sampai kencing di celana. Untuk mengenang daerah ini, Sunan Bonang bila daerah ini telah ramai akan dinamakan Tuyuhan yang artinya Blancak Ngilo ketakutan sampai lari terkencing-kencing.