Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Galangan Kapal Dasun - Kab Rembang, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Moda Transportasi Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | -Data Pelaku Komunitas belum ada- |
| Pencatat Karya Budaya | Yustina Hastrini Nurwanti, S.S. |
| Narasumber | Tim Peneliti : Menggali Warisan Sejarah Kabupaten Rembang Untuk Pengembangan Obyek Wisata .Kantor Pariwisata Kabupaten Rembang dengan Pusat Studi Sejarah dan Budaya Maritim, Universitas Diponegoro, Semarang, 2003 |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. REMBANG |
| Penginput Data | Emi Ratnawati |
Pada jaman dahulu.Lasem merupakan kota pelabuhan yang disinggahi perahu dari mancanegara. untuk kepentingan pelayaran di Kerajaan Majapahit, didirikan perusahaan pembuatan perahu di Lasem. Kondisi Lasem yang banyak ditumbuhi pohon sebagai bahan baku sangatlah menguntungkan. Desa Dasun sebagai galangan kapal terkait erat dengan seorang ahli membuat perahu negeri Cempa yang bernama Dai Sun. Banyak penduduk setempat belajar dan berkonsultasi mengenai seluk beluk pembuatan perahu.
sejak jaman Kerajaan Majapahit, Lasem telah menjadi salah satu pusat pembuatan kapal. Kondisi ini berlangsung pada masa Kerajaan Islam Demak. Kapal produksi Dasun semasa Mataram digunakan untuk perdaganganoleh pihak VOC ataupun para bupati maupun pihak swasta. Pada tahun 1670-an, galangan kapal merupakan mikil Daniel Dupree. Tahun 1832, Tuan Horning manjadi pemilik galangan. Tahun 1836, tuan Perry menjadi pemiliknya. Tahun 1849, Browne en Co merupakan pemilik galangan. Tahun 1878, Firma Nering Bogel en Dunlop sebagai pemilik galangan.