Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Tradisional Jongko |
Upacara sedekah laut sudah lama dikenal masyarakat Rembang, merupakan perpaduan, sintetis atau sinkretisme antara kepercayaan lama dengan agama Islam. Masyarakat Rembang sebelum memeluk agama Islam, menganut animisme, dinamisme, tetisisme dan politeisme, serta agama Hindu dan Budha. Mereka mempercayai adanya kekuatan supernatural yang menguasai alam semesta yang disebut dewa. Salah satu diantaranya adalah dewa yang menguasai lautan yaitu Varuna. Sebagai ungkapan rasa syukur dan pemujaan terhadap dewa diadakan upacara dengan pembacaan mantra dan persembahan sesaji. Tujuan upacara agar dewa Varuna menjaga kesemalatan penduduk yang berpotensi sebagai nelayan. menjauhkan dari mara bahaya, melimpahkan kesejahteraan dengan melimpahnya jumlah ikan di laut.
Masuknya agama Islam ke Rembang yang dibawa para mubalig dalam menyebarkannya secara persuasif. Adat istiadat dan kepercayaan yang sudah ada tidak dihapus tetapi dirubah dengan modifikasi. Upacara sedekah laut tetap dilesatrikan meskipun penduduk Rembang sudah beragama Islam. Mantra-mantra yang digunakan diganti doa-doa secara Islam dan nama upacara disesuaikan dengn ajaran Islam yaitu sedekah laut. Pengertian sedekah yang berasal dari bahasa Arab shodagoh, mengandung arti pemberian seorang muslim atau badan yang dimiliki orang muslim untuk kepentingan perseorangan atau umum dengan maksud untuk mendapat pahala dari Tuhan.