Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kesenian Rakyat Gulat Pathol - Rembang, Jawa Tengah |
Gulat pathol yang terkenal berasal dari Desa Sarang, Rembang. Desa Sarang merupakan desa nelayan yang terletak di tepi pantai. Kata pathol berarti orang kuat. Namun ada juga yang menyebut pathol berasal dari kata penthol atau kata persen atau hadiah, sebab yang kalah maupun yang menang mendapat hadiah.
Menurut cerita asal-mula gulat pathol ada sejak jaman Majapahit. Tuban semasa kerajaan Majapahit menjadi pusat perdagangan yang paling ramai. Banyak kapal besar singgah di pelabuhan Tuban. Dalam menjaga keamanan pantai dari perompak atau bajak laut memerlukan seorang ksatria yang tangguh dan memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. Pengeran Sri Sawardana diberi kepercayaan untuk mencari ksatria yang mampu menjaga wilayah pantai Tuban. Pangeran Sri Sawardana, keturunan Bre Lasem, mengadakan sayembara memiliki ksatria. Pelaksanaan sayembara dengan mengadakan pertandingan gulat atau pathol. akhirnya terpilih ksatria yang tangguh.
Jurus atau gerakan pathol ditiru dan dikembangkan oleh pemuda dan masyarakat setempat. Selanjutnya menjadi permainan ataupun olah raga yang digemari masyarakat Tuban. Bahkan pada perkembangan selanjutnya menyebar hingga ke daerah Sarang, Rembang. Di Sarang mengalami perkembangan yang pesat karena dijadikan kesenian tradisional setempat. Setiap menjelang bulan purnama ataupun saat penyelenggaraan upacara sedekah laut diselenggarakan perlombaan pathol. Olah raga ini kemudian menjadi cirikhas masyarakat Sarang dan dinamakan pathol Sarang.