Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Tradisional - Pilangkenceng, Madiun , Jawa Timur |
| Karya Budaya | Adat Istidat Masyarakat |
| Karya Budaya Sub | Upacara Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Terancam Punah |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | -Data Pelaku Komunitas belum ada- |
| Pencatat Karya Budaya | Siti Munawaroh |
| Narasumber | Sumber data berdasarkan patilasan sejarah, kepustakaan umum, lembaga arsip daerah, wawan rembuk warga desa Krebet, mantan keluarga Palang, wedono Caruban dan grafmonumenten (pesarehan) di kuncen Caruban dan pesarehan Ngelang Krebet (Palang Krebet). |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. MADIUN |
| Penginput Data | Emi Ratnawati |
Yang dimaksud "Labuhan Tolak Bilahi" ini adalah merupakan upacara adat menghendaki turunnya hujan dan berguna untuk melestarikan budaya leluhur yang dilaksanakan setiap tahun untuk mengawali musim tanam, dengan acara:
1. Menyembelih kambing kendhit,
2. Sholat tolak bilahi,
3. Selamatan,
4. Nanggap wayang kayu (thengul)
Upacara adat labuhan tolak bilahi dimulai sejak tahun 1541, setelah R.M. Karebet meninggalkan Desa Krebet dan dilanjutkan pada pemerintahan Palang I tahun 1875 (R.Aj. Tirto Widjojo). Pelaksanaan upacara dijadikan dua waktu yaitu:
1. Sholat tolak bilahi: menyembelih kambing, sholat, selamatan
2. Labuhan dengan acara: selamatan buceng brok, udan dawet dan nanggap wayang kayu (thengul)
Setelah adanya pemerintahan resmi, yaitu Palang II (R.Aj. Tirto Dipoero) tahun 1875 sampai sekarang diringkas menjadi sehari semalam dengan acara: 1) menyembelih kambing, 2) sholat tolak bilahi, 3) selamatan buceng kendhit, buceng brok, udan dhawet dan selanjutnya 4) wayangan sehari semalam (wayang kayu (thengul) dengan lakon: a. siang: lakon baku "Dhukut mbedhah banyu", b) malam: lakon bebas "Babad Tanah Jawa". Ketika itu yang memegang pemerintahan Kabupaten Madiun adalah Bupati ke 21 yaitu R.M. Tumenggung Adipati Sosronegoro, sekitar tahun 1869 - 1879.
Ringkasnya cerita bahwa Labuhan Tolak Bilahi tidak akan lepas dari sejarah berdirinya Desa Krebet, kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Propinsi Jawa Timur.