Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Tari Prajuritan - Semarang , Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Tari |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | -Data Pelaku Komunitas belum ada- |
| Pencatat Karya Budaya | Ernawati Purwaningsih , S.Si., M.Sc. |
| Narasumber | Dinas Pendidikan Kab. Semarang |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. SEMARANG |
| Penginput Data | Emi Ratnawati |
ari prajuritan merupakan kesenian tari khas Kab. Semarang. Tari prajuritan adalah sebuah tari yang menggambarkan ulah gerak para prajurit dalam berlatih untuk meningkatkan kemampuan perang. Tari prajuritan mula-mula tumbuh dan berkembang di wilayah Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Embrio tari prajuritan diperkirakan muncul sekitar abad 18 dimana waktu itu Pangeran Sambernyawa diajak berunding Belanda bersama Sunan Paku Buwono III di kota Salatiga tanggal 17 Maret 1757. Tujuan perundingan untuk menghentikan perlawanan rakyat di bawah pimpinan Pangeran Sambernyawa. Dalam perundingan itu menghasilkan kesepakatan yang dikenal Perjanjian Salatiga. Saat Pangeran Sambernyawa berunding, para prajurit terpilih mengawal. Mereka mengadakan kegiatan pertunjukan rakyat "BEBER" di sekitar tempat perundingan. Kesibukan para prajurit dalam berlatih merupakan tontonan yang sangat menarik masyarakat sekitar. ketertarikan terhadap sosok prajurit itulah yang mengilhami untuk mengabadikan dalam bentuk seni, khususnya seni tari.