Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Bedhaya Semang : Srimpi Lajuran - Kraton, DI Yogyakarta |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Tari |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | -Data Pelaku Komunitas belum ada- |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Suhartinah Sudijono |
| Narasumber | Theresia Suharti, 2004, Seni Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Yogyakarta, BP.ISI Yogyakarta |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KOTA YOGYAKARTA |
| Penginput Data | Arni Devi Fitriani |
Sejarah :
Bedhaya Semang maupun Bedhaya yang lain juga Srimpi yang merupakan komposisi tari merupakan symbol legitimasi seorang Raja sebagai pusaka terkait terkait dengan Regalia menambah kekuatan kekuasaan Raja.
Bedhaya Semang di ciptakan oleh Sultan Hamengkubuwono I menurur Babad Nitik.Bedhaya Semang merupakan induk dari bermacam-macam tari Bedhaya ciptaan para Sultan sesudahnya.
Deskripsi :
Sebagai Pusaka Bedhaya Semang di perlakukan secara khusus di banding Bedhaya yang lain.
Pada proses Rekonstruksi bentuk tarinya tahun 2000-2002 selamatan besar di lakukan di Keraton kemudian di lanjutkan acara nyekar ke makam Sultan Agung dan Panembahan Senopati juga Labuhan di Parang Kusumo dan Gunung Merapi.Setiap latihan di perlukan sajen khusus meskipun sederhana karena pengalaman mistis selalu di alami bwergantian antara penari, pelatih dan penonton. Bedhaya Semang baku dan sederhana bentuknya namun di masa-masa pemerintahan Sultan selanjutnya dapat melahirkan bentuk tari yang khas sesuai dengan zamannya berdasar tari induk ini.