Arsitektur tradisional rumah Jawa : Rumah Joglo - Ngloro, Saptosari, Kab. Gunung Kidul, DI Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaArsitektur tradisional rumah Jawa : Rumah Joglo - Ngloro, Saptosari, Kab. Gunung Kidul, DI Yogyakarta
Karya BudayaKemahiran Kerajinan Tradisional
Karya Budaya SubArsitektur Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasPemilik rumah (- Kismo Sumarto, - Sumino, - Supardiwiyono, - Kasmodirjo)
Pencatat Karya BudayaDra. Sumintarsih, M.Hum.
Narasumber’’Penghargaan pelestarian Warisan Budaya,2008 Dinas Kebudayaan Propinsi DIY.
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. GUNUNG KIDUL
Penginput DataArni Devi Fitriani
Sejarah : Di wilayah Gunung Kidul terdapat rumah tradisional Jawa berbentuk rumah Joglo yang tersebar di Desa Gondang, Kepuk, Kec. Saptosari, Desa Ngagel, Karangmojo, Kec. Karangmojo, Desa Gembang, Ngloro, Kec. Saptosari, Desa Karangmojo, Ngloro, Kec.Saptosari. Bangunan Joglo tersebut rata-rata sudah berumur kira-kira 100 tahun, di wariskan secara turun-temurun. Deskripsi : Ke emopat rumah Joglo tersebut berlantai anyaman bamboo/pesek bamboo, Bangun rumah JUoglo berfungsi sebagai tempat tinggal. Rumah yang di anyam halus tersebut memiliki nilai keaslian bangunan pedesaan Jawa yang fungsi bangunan tersebut terdiri dari : bangunan depan pendapa(lintring), bangunan ndalem dan gandhok, dan bangunan kandang sapi. Keseluruhan bangunan dari kayu jati, bagian atap tertata sangat rapi,k keseluruhan Joglo berupa gebyog yang di lengkapi beb erapa jendela kecil. Bangunan limasan pada bagian ndalem berfungsi sebagai ruang tidur dan ruang penyimpanan barang-barang serta bangunan gandhok denganm atap kampungtempat berbagai peralatan dapur. Bangunan Joglo ada yang di samping sebagai tempat tinggal juga pernah sebagai kantor dukuh dan di gunakan sebagai markas pejuang kemerdekaan.